Demikian pula uang kripto yang lain. Salah satu yang terimbas adalah perusahaan dompet kripto Coinbase.
Seperti dikutip  dari CNBC, Rabu (15/6/2022), Coinbase yang berbasis di Amerika Serikat ini, merencanakan PHK terhadap 19% karyawannya. Perusahaan ini punya sekitar 5.000 pegawai, sehingga yang kena pangkas adalah sekitar 1.100 orang.

CEO Coinbase, Brian Armstrong, menyatakan ada kemungkinan terjadi resesi ekonomi sehingga perusahaan harus melakukan efisiensi. Terlebih menurutnya, Coinbase tumbuh terlampau cepat.

Tampaknya kita akan memasuki resesi setelah 10 tahun lebih terjadi ledakan ekonomi. Resesi bisa memicu musim dingin kripto berikutnya dan bisa berlangsung cukup lama," kata dia.

Musim dingin kripto adalah istilah untuk anjloknya nilai uang kripto dalam waktu yang cukup lama. Hal itu pernah terjadi di tahun 2017 dan 2018 saat harga Bitcoin anjlok sampai 80%.

"Meski berat memprediksi keadaan ekonomi atau pasar, kita selalu bersiap untuk kondisi terburuk sehingga kita bisa mengoperasikan bisnis melalui kondisi apapun," tambah dia.

Pada awalnya, Coinbase menunda perekrutan karyawan, sebelum akhirnya memutuskan untuk menggelar PHK besar-besaran.

 Performa bisnis mereka memang sedang suram, di mana harga saham juga anjlok sampai 85% dari titik tertingginya.

"Ongkos pegawai kita terlalu tinggi untuk dikendalikan secara efektif di pasar yang tak menentu. Jelas bagi saya bahwa kita terlalu banyak merekrut karyawan," tulis Armstrong di email pada para pegawai Coinbase.