Atas kenyataan ini, mantan Ketim HIPMI ini curhat ke komisi VI DPR. Dikatakqn, target investasi selalu dinaikkan, namun anggaran untuk badan kementeriannya terus dipangkas. 

Pada 2023, Bahlil menyebut kementeriannya mendapat pagu indikatif sebesar Rp646 miliar.
Bahlil menjelaskan ketika terjadi devisit anggaran, maka yang meng-cover adalah dari Investasi. Sehingga untuk menutup devisit, target investasi pun ditambah.

"Berdasarkan hasil rapat dengan Kementerian Bappenas dan Kemenkeu di mana defisit anggaran kira sudah kembali ke 3%, maka selisih dari itu dicover dari Investasi, maka target investasi kita dinaikan menjadi Rp1.250 sampai Rp1.400 triliun pada tahun 2022," ujar Bahlil dalam Rapat Kerja Bersama Komisi VI, Jumat (10/6/2022).

Maka dari situ Bahlil melihat ada target yang terus ditingkatkan, namun biaya atau ongkos Kementeriannya harus terus dipangkas. Terlebih saat pandemi covid 19.

"Ini yang membuat kami pusing juga, beban kami disuruh naik, tapi biaya kami dipangkas turun 50%, jadi saya tidak tahu teori siapa yang dipakai," sambung Bahlil.

Pada kesempatannya maka Bahlil juga meminta kepada DPR RI untuk menaikan pagu anggarannya pada tahun 2023 mendatang untuk menyelesaikan beberapa program kerja yang telah disusun.
"Maka kami mengajukan tambahan sebesar Rp1,24 triliun, sehingga totalnya menjadi Rp1,88 triliun," kata Bahlil.

Menurutnya hal tersebut diperlukan untuk mencapai target investasi yang dinaikan.