Polisi angkat bicara terkait gaduh diduga bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang berkibar saat deklarasi
dukungan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk maju menjadi capres 2024 oleh kelompok yang menamakan diri 'Majelis Sang Presiden Kami'.

Setelah diselidiki, polisi mengatakan bendera tersebut bukan bendera HTI. "Kalau hasil pemeriksaan kita, bendera tersebut bukan bendera HTI," Kata Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) Kombes Budhi Herdi Susianto saat dihubungi, Kamis (09/06).

Aksi deklrasi dukungan Anies Baswedan capres itu dilakukan di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada Rabu malam.

Polisi yang mendapat informasi terkait adanya pemasangan atribut bertulisan tauhid ini kemudian turun ke lokasi dan mengamankan bendera tersebut.

"Jadi kita sedang melakukan pendalaman. Jadi begitu ada informasi seperti itu, kita kebetulan langsung di TKP itu kita amankan benderanya. Saat ini sudah diamankan di Polres," ujar Budhi saat dihubungi wartawan, Rabu (7/6).

Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah orang di lokasi. Saat ini polisi masih melakukan pendalaman terkait kejadian pengibaran bendera HTI di deklarasi Anies jadi capres ini.

"Kita sudah mintai keterangan beberapa orang, proses masih berjalan. (Selain panitia), dari sekuriti juga," imbuhnya.

Diketahui, Kelompok yang menamakan diri 'Majelis Sang Presiden Kami' ini awalnya menggelar acara deklarasi dukungan Anies nyapres 2024.

Sebelum acara dimulai bendera 'HTI' ini sudah terpasang di podium, disandingkan dengan bendera Merah Putih. Namun, panitia kemudian meminta bendera 'HTI' diturunkan. HTI adalah Hizbut Tahrir Indonesia, organisasi yang dinyatakan terlarang.

Pemasangan bendera 'HTI' ini membuat panitia dengan peserta sempat bersitegang. Mereka beradu mulut dengan nada suara yang tinggi.

"Itu kalau mau lepas, ana umat islam!" teriaknya.

Dia mengatakan pemasangan bendera tersebut akan mencoreng Anies Baswedan. Selain itu, pemasangan bendera itu ditakutkan akan membuat persepsi yang keliru.

"Antum sayang Pak Anies? Kita nggak mau Pak Anies kejebak," teriaknya.

"Jangan sangkut pautin bendera tauhid itu bendera HTI," balasnya.

"Saya bilang, kami nggak mau Pak Anies terjebak gegara bendera itu!" sambungnya.