Meski Presiden Rusia, Vladimir Putin hadir, Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese memastikan akan datang pada KTT G20 di Bali pada Oktober 2022 mendatang.

"Saya akan hadir karena pekerjaan G20 sangat penting, apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global ini," kata Albanese dalam pidato singkat seusai pertemuan bilateral dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Bogor, seperti dikutip ABC News, Senin (06/06/2022).

Lebih jauh Albanese mengatakan, KTT G20 masuk agenda pertemuannya dengan Jokowi pada Senin pagi. Di depan Jokowi, dia menjamin akan membantu menyukseskan pertemuan itu.

“Bekerjasama dengan Indonesia, kami akan secara efektif mengatasi banyak tantangan yang kami hadapi dalam menavigasi pemulihan ekonomi global pasca-COVID," katanya.

Perang di Ukraina telah menyebabkan dinamika di forum G20. Negara-negara Barat mengusulkan pada Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun ini agar tidak mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin ke Bali setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Mantan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison sebelumnya telah mendesak Indonesia untuk menolak kehadiran Putin. Sebab kehadiran Putin adalah langkah yang terlalu jauh.

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden setelah pertemuan dengan Pemimpin NATO pada akhir Maret juga menggemakan seruan untuk mengeluarkan Putin dari forum G20. Sebagai gantinya, politisi Partai Demokrat itu menyarankan Indonesia mengundang Ukraina.

Indonesia sebagai presidensi G20 yang beberapa kali menyampaikan sikap netralnya atas konflik Ukraina, tetap mengundang Rusia dengan alasan preseden prosedural. Ukraina, yang bukan merupakan anggota G20, turut diundang Jakarta.

Saat ditanya posisinya tentang Putin yang menghadiri KTT tersebut, Albanese mengatakan akan fokus duduk dengan Jokowi, bukan presiden Rusia. Menurut dia, hubungan baik Australia dengan Indonesia di G20, jauh lebih penting.

Albanese sendiri tidak membenarkan invasi Putin. Menurutnya gempuran pasukan Moskow ke Ukraina 'menjijikkan' dan 'ilegal'.

Rusia menginvasi Ukraina sejak tiga bulan lalu. Peperangan masih berlangsung sampai saat ini yang berpusat di timur Ukraina.