Meski begitu, suasana di antara investor mata uang kripto tetap pesimistis.

Mengacu data CoinDesk pada Jumat pukul 13.00 WIB, harga Bitcoin bertengger di US$ 30.529,65 atau naik 2,26% dalam 24 jam terakhir. 

Pergerakan harga Bitcoin masih berombak karena investor terus menghindar dari aset berisiko. Perilaku investor merupakan bentuk kecemasan atas inflasi dan resesi yang terus menjamur tahun ini.

Bitcoin akan mendapatkan alurnya kembali setelah sentimen bearish di Wall Street membaik. Tetapi, itu kemungkinan akan memakan waktu beberapa minggu lagi," tulis Analis Pasar Senior Oanda Edward Moya kepada CoinDesk.

Bursa saham utama naik pada penutupan perdagangan Kamis, dengan Nasdaq yang sarat teknologi melonjak 2,6%, S&P 500 naik 1,8%, dan Dow Jones Industrial Average naik 1,2%.