Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengusulkan agar para guru diizinkan membawa senjata ke dalam kelas. Hal tersebut disampaikan Donald Trump pasca trageri penembakan massal di sebuah Robb Elementary School, Uvalde, Texas, yang menewaskan 19 murid dan dua guru.

"Waktunya untuk mengiizinkan guru-guru yang sangat terlatih untuk membawa (senjata) dengan aman dan diam-diam," ujarnya saat berpidato dalam konvensi Asosiasi Senjata Nasional (NRA) di Houston, dikutip dari The Guardian, Minggu (29/05/2022).

Donald Trump juga menyampaikan, penembakan massal di Robb Elementary School, tersebut menjadi alasan warga yang taat hukum harus dipersenjatai, bukan melarang mereka memiliki senjata.

Dalam penembakan massal di Uvalde pada 24 Mei, pelaku yang berusia 18 tahun itu membawa senapan semi otomatis jenis AR-15. Hal inilah kemudian yang menjadi fokus perhatian NRA.

"Keberadaan orang jahat di dunia kita bukan alasan untuk tidak mempersenjatai warga yang taat hukum. Keberadaan orang jahat salah satu alasan terbaik untuk mempersenjatai warga yang taat hukum," kata Donald Trump.

Dia menuding Demokrat berusaha mengeksploitasi tragedi tersebut dan menyalahkan para pemilik senjata.

"Setiap saat ada orang yang melakukan kejahatan mengerikan selalu ada upaya tidak masuk akal beberapa orang dalam masyarakat kita untuk mengutamakan agenda politik ekstrem mereka," cetusnya.

Trump juga menyerukan pemeriksaan keamanan sekolah dan setiap gedung sekolah harus memiliki satu pintu masuk disertai pagar atau pembatas yang kokoh, pendeteksi metal, dan pintu ruang kelas yang kokoh. Selain itu Trump juga meminta setiap sekolah dijaga anggota polisi atau penjaga bersenjata yang bertugas sepanjang waktu.