Medina Zein dikabarkan sedang dirawat di salah satu rumah sakit jiwa di Bandung, Jawa Barat, akibat penyakit kejiwaan bipolar yang ia idap. 

Kabar tersebut memantik tanggapan sinis dari pihak korban. Sebelumnya, istri Uya Kuya, Astrid Khairunnisa secara pedas menyatakan tidak ada hubungannya antara bipolar dan tindakan penipuan.  

Kini, sebagaimana Astrid Kuya, Denise Chariesta, yang juga menjadi korban penipuan Medina Zein, memberikan tanggapan sinis atas kabar tersebut.

Denise Chariesta secara terang-terangan meragukan kondisi kesehatan mental istri Lukman Azhari tersebut. Denise menduga Medina hanya ingin menghindari hukum yang kemungkinan bakal membelitnya.

"Menurut saya, dia cuma mau lari dari hukum," kata Denise Chariesta di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (17/5/22).

Denise Chariesta bahkan mengungkapkan keanehannya dimana seorang pengidap bipolar melakukan penipuan kepada demikian banyak korban.

"Apalagi sampai nipu banyak orang. Oke lah kalau misal cuma satu dua orang," imbuhnya.

Terkait penyakit kejiwaan yang dialami Medina Zein, Denise Chariesta punya pandangan sendiri. Menurut Denise penyakit kejiwaan yang dialami eks bos produk kecantikan itu bukan bipolar.

Gangguan kejiwaan yang dialami Medina Zein tersebut pun sudah berlangsung lama. Sementara pengakuan Medina terkait bipolar yang dia idap baru berlangsung akhir-akhir ini saja.

"Mungkin dia pernah depresi berat, tapi itu dari tahun kapan dan dia omong apa," sambung Denise.

Medina Zein saat ini diduga bermasalah dengan beberapa artis seperti Uya Kuya, Denise Chariesta hingga Raffi Ahmad.

Uya Kuya dan Denise Chariesta menuding Medina Zein telah melakukan penipuan dalam transaksi jual beli mobil. Sedang untuk kasus Raffi Ahmad, Medina diduga telah menjual nama Raffi sebagai Brand Ambassador ke PT Skinsol Kosmetik milik Rizky Ananda.

Kini, pihak keluarga menyebut Medina Zein tengah mengalami gangguan kejiwaan bipolar hingga harus dirawat di sebuah rumah sakit di Bandung, Jawa barat.

Mewakili Medina Zein, keluarga pun meminta maaf kepada orang-orang yang diduga telah dirugikan akibat tindakan yang bersangkutan.