Negara-negara anggota Uni Eropa (UE) gagal menyepakati proposal larangan atau embargo impor minyak dan gas Rusia, yang terangkum dalam paket keenam sanksi terhadap Rusia.

Kegagalan mengakhiri 10 hari negosiasi di antara negara anggota blok. Hongaria memimpin sekelompok negara yang menolak sanksi usulan Uni Eropa itu.

Pernyataan disampaikan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Joseph Borrel, "Kami akan melakukan yang terbaik untuk membuka kebuntuan situasi. Saya tidak bisa memastikan itu akan terjadi, karena posisinya (menentang) cukup kuat," kata Borrel.

Ia mengakui beberapa negara anggota menghadapi lebih banyak kesulitan karena mereka lebih bergantung pada migas Rusia. Posisi wilayahnya terkurung daratan, dan mereka hanya memiliki minyak melalui pipa, dan semua berasal dari Rusia.

Negara-negara Uni Eropa yang sangat bergantung pada minyak Rusia, termasuk Hongaria, Republik Ceko, Slovakia dan Bulgaria. Mereka berulang kali menyuarakan keberatan mereka terhadap larangan tersebut.

Paket sanksi keenam diusulkan oleh Komisi Eropa pada 4 Mei 2022 Namun, Hongaria, yang sangat bergantung pada minyak Rusia, menghalangi kesepakatan tersebut.

Hongaria menyatakan pihaknya menginginkan ratusan juta euro dari Uni Eropa untuk mengurangi biaya pemangkasan impor minyak mentah Rusia.

Sementara itu, UE membutuhkan 27 negara untuk menyetujui embargo tersebut agar dapat dilanjutkan. 

"Seluruh serikat (Uni Eropa) ini disandera oleh satu negara anggota. Kita harus setuju, kita tidak bisa disandera," kata Menteri Luar Negeri Lithuania, Gabrielius Landsbergis. 

Beberapa menteri secara langsung menyebut nama Hongaria ketika mereka berbicara kepada wartawan. Akan tetapi Rumania menyatakan, masalah ini terserah kembali kepada Uni Eropa untuk membawa Budapest ke dalam meja perundingan. 

Menteri Luar Negeri Hongaria, Peter Szijjarto, lewat unggahan di laman Facebook pada 11 Mei lalu mengatakan bahwa tidak ada solusi yang tampak sampai sejauh ini.

Menurut dia, pemerintahnya membutuhkan ratusan juta dolar untuk membangun kilang minyak Hongaria, peningkatan kapasitas untuk pipa minyak Kroasia, dan kompensasi untuk ekonomi Hungaria. 

Namun para menteri UE, mulai dari Austria hingga Estonia, mengatakan embargo minyak Rusia tetap akan dimasukkan ke dalam paket sanksi yang baru, sekalipun itu membutuhkan waktu lebih lama untuk disepakati 27 negara anggota.