Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan, India telah lama menjadi mitra dagang penting bagi Indonesia. Indonesia dan India berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan perdagangan bilateral dan investasi. Hal ini disampaikan pada pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha India di Indonesia yang digelar di Hotel The Langham, Jakarta pada Selasa lalu (10/5).

Pertemuan tersebut diinisiasi Kedutaan Besar India. Turut hadir Duta Besar India untuk Indonesia Manoj Kumar  Bharti, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi, dan Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar Sutriono Edi.

"Pertemuan ini sejalan dengan target pemimpin kedua negara untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia India menjadi USD 50 miliar pada 2025. Diharapkan kedua negara dapat menjalani pemulihan ekonomi dan menjadi lebih kuat," jelas Wamendag Jerry.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah 45 pelaku usaha menginisiasi perkenalan dan mengutarakan perhatiannya  terkait peluang usaha di Indonesia, seperti kendala impor bahan baku dan perizinan berusaha. Mereka juga  menyampaikan apresiasinya atas bantuan pemerintah Indonesia untuk keberlangsungan usahanya.

Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor Indonesia ke India pada 2021 membukukan nilai USD 13,2 miliar atau meningkat 27,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Produk ekspor utamanya yaitu batu bara, minyak kelapa sawit, besi paduan, asam lemak monokarbosilik industri, dan bijih tembaga. Sementara, impor utama Indonesia dari India yaitu produk besi setengah jadi, gula tebu atau bit, kacang tanah, daging sapi beku, dan besi paduan.

Wamendag menjelaskan, India merupakan sumber penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) ke-26  bagi Indonesia. 

"Realisasi investasi India di Indonesia tercatat USD 49,5 juta yang tersebar dalam 465 proyek. Tiga sektor terbesar  meliputi industri tekstil, lahan bangunan, kawasan industri, dan aktivitas bisnis, serta perdagangan dan reparasi," ungkap Wamendag.