Untuk urusan yang satu ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) punya perhatian khusus. Seperti disampaikan Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki, implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2022 bakal membuat perubahan pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Menurutnya melalui pelaksanaan Perpres tersebut setidaknya pemerintah menargetkan bakal menciptakan 1 juta wiraswasta baru di Indonesia. Diharapkan dengan adanya tambahan jumlah tersebut membuat pengusaha di Indonesia jumlahnya menjadi 4 persen.

"Syarat menjadi negara maju kita harus menambah pengusaha, bukan menambahkan aktivis minimum (pengusaha) 4 persen," kata Menkop Teten dalam konferensi persnya, Kamis (12/5/2022).

Dengan tambahan pengusaha Indonesia maka diharapkan bisa lebih banyak menciptakan lapangan pekerjaan maupun meningkatkan investasi yang bakal masuk ke Indonesia untuk dikerjassmakan dengan pengusaha lokal.

Walaupun jika membandingkan negara-negara maju, maka setidaknya Indonesia membutuhkan 14 persen populasinya untuk menjadi pengusaha. Sedangkan saat ini sendiri Indonesia tercatat baru memiliki sekitar 3,4 persen.

Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara tetangganya di Asean seperti Malaysia, Thailand, maupun Singapura yang sudah berada di atas angka 4 persen.

Maka targetnya hingga tahun 2024 minimal Indonesia bisa mencapai ketertinggalan dari negara tetangganya yang jumlah pengusahanya sudah berada diatas 4 persen.

Pemerintah menargetkan pada tahun 2045 atau 100 tahun merdeka, Indonesia sudah bisa menempatkan diri sebagai negara dengan perekonomian terbesar ke 4 di dunia.

"Negara maju sekarang 12-14 persen, yang kita siapkan itu memperkuat eksosistem pengemabangan kewirausahaan," pungkas Menkop Teten