Dalam rangka mendukung kelancaran pembangunan proyek nasional, PT Brantas Abipraya (Persero) selaku BUMN konstruksi di Indonesia, langsung memastikan progres proyek yang sedang on-going tetap optimal berjalan penuh pasca Libur Idul Fitri.

“Saat ini Abipraya memiliki beberapa proyek nasional termasuk yang bersifat strategis. Kami pastikan setelah periode cuti bersama lebaran usai, progres pembangunan langsung beroperasi seperti semula”, ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Miftakhul Anas di Jakarta (11/5).

Saat ini Abipraya memiliki beberapa proyek yang sedang berjalan antara lain Bendungan Ciawi di Jawa Barat yang merupakan bendungan kering pertama di Indonesia, Bendungan Semantok di Jawa Timur yang nantinya bakal menjadi bendungan terpanjang se-Asia Tenggara, serta Bendungan Bener di Jawa Tengah yang akan menjadi bendungan tertinggi di Indonesia.

Selain itu juga terdapat proyek jalan yang sedang Abipraya jalankan yaitu Preservasi Jalan Lintas Timur di Provinsi Sumatera Selatan Paket B, Jalan Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan Seksi 6B, Pengembangan Pelabuhan Benoa di Bali dan beberapa proyek Abipraya lainnya yang tersebar di Indonesia.

Lebih lanjut lagi dikatakan Anas, dengan memastikan progres telah berjalan seperti semula, Abipraya berencana untuk dapat mendukung pemenuhan target penyelesaian pembangunan proyek-proyek nasional.

Abipraya yang merupakan BUMN terunggul dalam pembangunan bendungan selalu mengutamakan mutu, kualitas dan tentunya K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Tiga hal ini menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan proyek Abipraya, terutama di saat pandemi ini pastinya  penerapan disiplin protokol kesehatan selalu dilakukan guna mengantisipasi penyebaran COVID-19 di proyek-proyek Abipraya. Langkah pencegahan juga dijalankan seperti dengan selalu memantau kesehatan para tenaga kerja di proyek.