Presiden Rusia, Vladimir Putin dikabarkan berencana menyerahkan kekuasaannya untuk sementara waktu, karena kesehatannya yang memburuk. Putin disebut-sebut akan menjalani operasi, kemungkinan karena penyakit kanker.

Kabar ini muncul di saluran Telegram Jenderal SVR, yang diduga dioperasikan oleh mantan Letnan Jenderal Dinas Intelijen Luar Negeri Rusia, menggunakan nama samaran 'Viktor Mikhailovich'.

Menurut laporan yang diduga dari dalam Kremlin tersebut, Putin dikatakan telah diberi tahu dokter bahwa operasi akan membuatnya tak berdaya 'untuk sementara waktu'. Sosok Nikolai Patrushev disebut-sebut siap menggantikan Putin.

Penunjukkan Patrushev sebagai pengganti Putin sebagai pemimpin sementara dinilai masuk akal. Pasalnya, di usia tua Patrushev saat ini, ia diyakini tidak akan menjadi ancaman bagi Putin.

Namun sejauh ini rumors tersebut belum diverifikasi secara independen. Namun Moskow dengan tegas menyangkal bahwa Putin dalam keadaan sakit. 

Nikolai Patrushev saat ini diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, sebuah badan berpengaruh yang menjawab langsung ke Putin dan mengeluarkan panduan tentang masalah militer dan keamanan di Rusia.

Sebagian besar kekuasaan Dewan Keamanan Rusia dipegang oleh Patrushev, yang secara luas dipandang sebagai sekutu setia Putin.

"Seperti Putin, pria berusia 70 tahun adalah agen intelijen Rusia karir, pertama dengan KGB Soviet, kemudian dengan FSB Rusia," menurut surat kabar berbahasa Inggris, Moscow Times.

Dalam profil tahun 2017, Politico menyebut Patrushev sebagai 'Elang Kremlin' yang dikenal karena nasionalisme yang berapi-api, pandangan dunia yang penuh konspirasi, dan pengalaman spionase yang luas. "Patrushev bergabung dengan KGB sebagai seorang pemuda pada 1974," menurut Politico.

Setelah bertemu Putin pada 1990-an, Patrushev diangkat menjadi kepala dinas intelijen domestik Rusia, FSB, jabatan yang ia duduki selama satu dekade. Dia menjadi bagian dari Dewan Keamanan Putin pada 2008.

Mantan mata-mata itu dilaporkan berada di antara kader penasihat Putin selama aneksasi Rusia atas Krimea dari Ukraina pada 2014, dan dia secara mengejutkan adalah pendukung garis keras invasi ilegal Putin saat ini ke Ukraina.