Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengumumkan sederet harga bahan-bahan pangan yang masih mengalami kenaikan menjelang libur panjang lebaran tahun ini.

"Jadi berdasarkan penemuan KPPU, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi," kata Direktur Ekonomi KPPU Mulyawan Ranamanggala pada forum bertajuk Pantauan Pangan Jelang Lebaran, Kamis (28/4/2022).

Ia menyebut komoditas yang mengalami kenaikan pertama dan yang terbesar adalah minyak goreng. Pasalnya, kenaikan harga minyak goreng mencapai 22,5 persen dibandingkan dengan menjelang puasa yang hanya mengalami kenaikan 8,43 persen.

Kemudian kedua, daging sapi yang kenaikan harganya mencapai 7,6 persen. Kenaikan harga ketiga terjadi pada tepung terigu yang meningkat 3,34 persen dibandingkan harga menjelang puasa. Keempat, gula yang naik 2,36 persen.

Kemudian kelima, kedelai dan jagung yang naik 3 persen dan 0,8 persen. Mulyawan mengatakan kenaikan untuk daging sapi, kedelai, dan tepung terigu memang di luar kendali. Pasalnya komoditas itu harus diimpor dengan patokan harga internasional.

"Jadi kita memang mengimpor komoditas-komoditas ini dan ketika di negara asalnya mengalami kenaikan harga, otomatis akan berdampak juga pada harga di kita," jelasnya.

Namun, untuk jagung yang ketersediaannya datang dari dalam negeri, KPPU masih menyelidiki alasan dibalik adanya kenaikan harga sebesar 0,8 persen tersebut.

Tetapi untuk jagung ini masih menemukan informasi mengapa ini bisa ada kenaikan yang tidak terlalu besar, memang cuma 0,8 persen tapi kita masih mencari kenapa ada kenaikan harga seperti ini," sebut Mulyawan.

Selain jagung, KPPU mengumumkan masih melakukan investigasi terkait meroketnya harga minyak goreng kemasan di dalam negeri yang sampai sekarang masih menjadi masalah besar.

"Dan untuk minyak goreng seperti kita ketahui kenaikan harganya masih masuk ke dalam penyelidikan KPPU," terang Mulyawan.