Dia mengatakan, LG siap groundbreaking untuk pembangunan prekursor katoda baterai kendaraan listrik dalam waktu dekat.

"Kalau groundbreaking paling lambat Mei atau Juni, total investasinya Rp 142 Triliun,” ujar Bahlil di Gedung BKPM, Senin (25/4/2022).

Bahlil menyebutkan, pabrik prekursor ini sebagian dibangun di Batang, Jawa Tengah. Nilai investasi yang ditawarkan lebih besar daripada investasi Freeport.

Sementara itu, LG juga akan mengembangkan smelter di Maluku Utara. Tak hanya itu, Contemporary Amperex Technology Co. Limited atau CATL asal Cina juga akan mengembangkan smelter di Maluku Utara. Untuk menyiapkan pasokan bahan baku, Kementerian Investasi akan melakukan impor lithium.

“Bahan baku baterai itu ada nikel, kobalt, dan lithium. Yang kita tidak punya itu cuma lithium. Pasti dibeli di Australia atau negara lain yang harganya kompetitif dan pasokannya lebih pasti untuk supply ke RI,” lanjutnya.

Bahlil menargetkan CATL akan memproduksi baterai sebesar 10 giga watt hour (GWH) pada tahun 2023.

Sebelumnya, Bahlil sempat mengeklaim sudah ada dua perusahaan asal Jerman yang bakal investasi untuk pengembangan baterai kendaraan listrik di Indonesia. Dua perusahaan itu yakni Volkwagen (VW), produsen mobil listrik dan BASF perusahaan kimia asal Jerman.

“Hari ini juga saya akan menerima BASF dari Jerman sama VW juga akan masuk,” kata Bahlil pada acara Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2022, Kamis (21/4/2022).

Bahlil menuturkan, investasi tersebut bertujuan agar mendorong produksi mobil listrik di Indonesia. Karena Indonesia mempunyai 25 persen cadangan ore nikel dunia, sementara komponen mobil listrik itu 40 persennya adalah baterai.