Israel melancarkan serangan udara pada Kamis (21/04), untuk membalas tembakan roket dari Jalur Gaza, Palestina. Israel mengklaim tindakan tersebut balasan serangan roket yang jatuh di sebuah taman di Kota Sderot, Israel, Rabu (20/04) malam.

Tak mau kalah, kelompok penguasa Jalur Gaza, Hamas, kembali menembakkan setidaknya empat roket ke arah Israel.

Aksi saling serang terbesar sejak perang 11 hari pada 2021. Perang 11 hari tersebut merenggut nyawa setidaknya 256 warga Palestina, dan menewaskan 13 orang Israel.

Sama seperti tahun ini, perang sebelas hari itu juga dipicu ketegangan di tengah bulan suci Ramadan bagi umat Muslim di Palestina.

Meningkatnya kekerasan di Israel dan Palestina menimbulkan kekhawatiran akan kembali ke konflik yang lebih luas. Sejak Maret lalu, pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya 29 warga Palestina dalam serangan di Tepi Barat dan serangkaian serangan di jalanan Arab yang mematikan telah menewaskan 14 orang di Israel.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok militan yang menguasai Gaza, Hamas mengatakan pengeboman Israel hanya akan mendorong warga Palestina untuk melawan pendudukan dan meningkatkan dukungan mereka untuk Yerusalem dan rakyatnya.

Hamas mengatakan telah menembakkan roket darat ke udara menargetkan jet-jet tempur Israel.

Bentrokan tersebut terjadi setelah aksi kekerasan mematikan terjadi di Israel dan wilayah Palestina selama hampir satu bulan, tepatnya di kompleks Masjid Al Aqsa, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount.

Polisi Israel mengklaim, situasi di hari itu mulai tegang ketika puluhan pemuda Palestina berkumpul di Masjid Al-Aqsa pada pukul 04.00. Para pemuda itu membawa bendera Organisasi Pembebasan Palestina dan Hamas.

Menurut polisi Israel, para pemuda itu melempar batu dan kembang api ke arah aparat. Pemuda itu juga disebut sudah menyiapkan tumpukan batu untuk serangan lanjutan.

Kepolisian Israel akhirnya merangsek masuk ke Masjid Al-Aqsa. Bentrokan pun tak terhindarkan. Akibat bentrokan ini, 150 orang terluka.

Setelah itu, situasi makin panas. Bentrokan lanjutan pun pecah pada Minggu (19/4). Sejak saat itu, ketegangan terus membayangi Israel dan Palestina.