Pada hari ini (Kamis, 21/4/2022), perdagangan uang kripto terkesan kuat sedang galau. Bisa jadi karena nilai Bitcoin yang jumpalitan bak roller coaster.

Nilai Bitcoin sempat anjlok ke level US$41,003 atau Rp588,5 juta per keping. Dalam sekejab melenting ke angka US$41.519 atau sekitar Rp595,9 juta per keping.

Satu hal yang jelas adalah ApeCoin (APE) harganya meroket, meskipun langkah itu dianggap konyol karena sepenuhnya spekulatif dan berdasarkan tweet yang belum dikonfirmasi. Bitcoin bertahan di dekat level harga US$41.500 setelah kenaikan harga tiga hari hampir US$3.000.

Analis mengatakan, uang kripto atau cryptocurrency terbesar diuntungkan dari optimisme dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin spot mungkin memenangkan persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS.

Sedangkan, cryptocurrency terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, yakni Ethereum juga alami keragu-raguan, setelah sempat melemah, Ethereum kembali menguat dengan jangka waktu singkat. Pada saat penulisan, Ethereum diperdagangkan di harga USD 3.086,98, naik sekitar 0,29 persen.

Analis pasar Bitcoin di Quantum Economics, Jason Deane mengatakan tidak melihat sentimen yang dapat menggerakan harga kripto dengan kuat. “Saya tidak berpikir ada satu katalis utama untuk pergerakan harga naik atau turun saat ini,” ujar Deane dikutip dari CoinDesk, Kamis (21/4/2022).

Di pasar saham, Indeks Standard & Poor's 500 dari saham-saham besar AS mengakhiri hari dengan sedikit turun, sementara Indeks Komposit Nasdaq turun 1,2 persen, Netflix jatuh lebih dari 30 persen.

Untuk hari ini, pasar kripto tak sepenuhnya berkorelasi dengan pasar saham AS, terutama Nasdaq. Dalam berita kripto lainnya, pertukaran kripto raksasa Binance meluncurkan emoji Twitter baru pada Rabu waktu setempat dan segera menghapusnya setelah pengguna menunjukkan kemiripannya dengan simbol swastika.