Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), IWW atau Indrasari Wisnu Wardhana sebagai tersangka pemberian fasilitas ekspor CPO yang menjadi bahan baku minyak goreng.

Menyusul penetapan tersangka IWW oleh Kejagung tersebut, Muhammad Lutfi pun diminta mundur dari jabatannya sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.

Permintaan agar Lutfi legowo mundur ini disampaikan oleh mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. Menurut Arief, tidak mungkin IWW sebagai dirjen mengambil keputusan tanpa persetujuan Lutfi sebagai menteri.

“Mendag harus mundur karena sangat tidak mungkin kalau dirjen mengambil keputusan tanpa persetujuan menteri perdagangan. Sebab kata Jaksa Agung kan izin ekspor minyak goreng tersebut melanggar peraturan menteri, jadi sangat tidak mungkin dirjen berani melanggar aturan menteri, jika menterinya tidak menyetujui,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi, Selasa (19/04/2022).

“Saya harap dirjen jangan mau jadi bamper dalam masalah ini,” tegas Arief Poyuono.

Arief menduga, salah satu penyebab langka dan mahalnya harga minyak goreng di pasaran disebabkan oleh perbuatan Dirjen Perdagangan Luar Negeri ini dengan pemberian fasilitas izin ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya, termasuk minyak goreng.

“Pemberian fasilitas selama periode Januari 2021 hingga Maret 2022 itu diduga yang akhirnya memicu kelangkaan minyak goreng dipastikan sudah dapet izin dari menteri perdagangan, dan diduga pasti ada hanky-panky-nya (suap) dari eksportir CPO,” beber Arief.

Oleh karena itu, Arief meminta agar Jaksa Agung tidak ragu ragu menjerat menterinya jika memang terlibat. Arief Poyuono juga berharap, Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengambil langkah, mencopot Lutfi sebelum penyidikan kasus ini dinaikkan.

“Saya mendukung penuh langkah Jaksa Agung membongkar permufakatan jahat yang terjadi di Kementerian Perdagangan,” tegas Arief Poyuono.