Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa pemerintah hampir saja bekerjasama dengan CEO Tesla yaitu Elon Musk.

Menurutnya produsen mobil listrik asal AS itu baru saja menyampaikan minat untuk kembali masuk ke Indonesia setelah sebelumnya batal namun terlalu banyak mendikte sehingga pemerintah tak Ingin Indonesia terlalu diatur.

“Saya juga pernah dealing lewat telepon bersama Tesla, itu yang bersama Elon Musk soal investasi, sir kita mau investasi, saya bilang oke oke, terus, oke done, tapi banyak kriteria saya ndak mau, dia (Elon Musk) terlalu mendikte kita, dan saya ndak mau,” kata Menko Luhut, dikutip Rabu (13/4/2022).

"Jadi saya bilang ke mereka ada 4-5 kriteria yang harus dipenuhi pertama harus tenaga kerja pakai dengan tenaga kerja yang sebanyak banyak nya. Saya paham Indonesia belum paham 5 tahun pertama,” ungkapnya.

Beda dengan Cina

Berbeda Tesla dengan investor Cina. Menurut Luhut memberikan penjelasan terkait tudingan miring terkait kerja sama Indonesia dengan negara China.

Menurutnya seringnya pemerintah menjalin kerja sama dengan China itu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dan sejumlah perbaikan sektor lainnya.

"Jadi kalau anda fikir sekarang kita datangkan TKA dari China mereka (China) bisa ngatur-ngatur kita? Gak ada ceritanya,” kata Menko Luhut, dikutip Rabu (13/4/2022).

Menko Luhut menyatakan bahwa ada sejumlah kriteria untuk melakukan investasi atau jalin kerja sama dengan beberapa negara di Indonesia termasuk China.

Luhut mengatakan, adanya kerja sama dengan China dampaknya pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dicatata di kuartal IV 2021 kembali ke angka 5,02%.

“Jadi saya bilang ke mereka ada 4-5 kriteria yang harus dipenuhi pertama harus tenaga kerja pakai dengan tenaga kerja yang sebanyak banyaknya. Saya paham Indonesia belum paham 5 tahun pertama,” ungkapnya.