Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menyambut baik dengan akan diselenggarakannya penandatanganan Framework Agreement (FA) di bidang industri lithium baterai. Pada kesempatan ini, kerja sama dilakukan antara PT Aneka Tambang, Tbk. (ANTAM) dan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dengan Ningbo Contemporary Brunp Lygen Co., Ltd. (CBL).

“Saya sangat bahagia karena kita akan menyaksikan penandatanganan framework kerja sama antara ANTAM dan IBC dengan konsorsium CBL,” bebernya pada hari Kamis (14-04-2022).

Framework kerja sama yang ditandatangani ini menggambarkan kesepakatan-kesepakatan prinsip antara kedua belah pihak. Menko Luhut pun menyebutkan bahwa kegiatan ini bukanlah pekerjaan kecil. Menurutnya, penandatanganan ini menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pemain lithium baterai terbesar di dunia.

Menyadari pentingnya kerja sama ini, Menko Luhut meminta agar FA dipatuhi dan dilaksanakan sesuai timetable yang disepakati. Hal tersebut disampaikannya karena rencana investasi ini dinilai masih panjang perjalanannya. Ia juga meminta pihak Project Manager Officer (PMO) untuk mengawal rencana investasi yang dimaksud. Terlebih, di masa mendatang juga akan dijalin kerja sama serupa dengan LG Corporations.

“Proses negosiasi investasi untuk ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) ini sudah berjalan cukup lama. Kita patut bersyukur karena akhirnya kita bisa menandatangani FA,” pungkas Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

“Inisiatif mengenai pengembangan ekosistem baterai merupakan salah satu insiatif yang strategis dan ini merupakan wujud keseriusan Indonesia dalam melakukan hilirisasi,” pungkas Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury. Setelah ini, pemerintah akan segera mengurus proses perizinan lainnya, termasuk Izin Usaha Pertambangan (IUP), untuk memperlancar pencapaian target kita bersama.

Sebelum melakukan penandatanganan FA, Direktur Utama MIND.ID selaku perwakilan pemegang saham IBC dan ANTAM yang juga menjadi tuan rumah acara menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. “Kami sangat bersemangat untuk mewujudkan proyek ini untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, sekaligus membawa manfaat bagi kedua negara (Indonesia dan Tiongkok),” tuturnya.