Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mencapai 8,71 persen, atau lebih tinggi ketimbang kuartal sebelumnya, yakni 7,1 persen.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengatakan, peningkatan kinerja usaha terjadi terutama pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan, khususnya sub sektor tanaman bahan makanan (tabama).

"Hal itu sejalan dengan pola historis musim panen serta sektor industri pengolahan seiring meningkatnya aktivitas industri dan mobilitas," ucapnya melalui keterangan resmi, Kamis (14/4/2012).

Sejalan dengan itu, rata-rata kapasitas produksi terpakai dan penggunaan tenaga kerja kuartal I 2022 juga meningkat. Tingkat penggunaan kapasitas produksi naik dari 72,6 persen menjadi 73,08 persen.

"Penggunaan tenaga kerja terindikasi membaik meski masih berada dalam fase kontraksi," sambung Erwin.

Senada, kondisi keuangan dunia usaha juga membaik pada kuartal I 2022 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Hal ini terlihat dari aspek likuiditas dan akses pembiayaan yang lebih mudah.

Sementara, responden memperkirakan peningkatan kegiatan usaha berlanjut dengan SBT sebesar 23,24 persen pada kuartal II 2022.

Responden memperkirakan kegiatan usaha membaik di beberapa sektor utama, yakni pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, dan sektor perdagangan.

Kemudian, peningkatan kegiatan usaha juga diprediksi terjadi pada sektor hotel dan restoran. Hal tersebut didorong mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.