Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menuding pasukan Rusia melakukan ratusan pemerkosaan terhadap gadis-gadis muda dan anak-anak kecil. Zelensky bahkan menyebut seorang bayi pun juga menjadi korban.

Tuduhan tersebut disampaikan Zelensky kepada Parlemen Lithuania melalui tautan video pada Selasa (12/04/2022). 

Di dalam video itu Zelensky mengatakan, para penyelidik telah menerima laporan ratusan kasus pemerkosaan di daerah-daerah yang sebelumnya diduduki oleh pasukan Rusia, termasuk serangan seksual terhadap anak-anak kecil. 

“Di daerah-daerah yang dibebaskan dari penjajah, pencatatan dan penyelidikan kejahatan perang yang dilakukan oleh Rusia terus berlanjut. Hampir setiap hari kami menemukan kuburan massal baru,” kata Zelensky, seperti dikutip AFP, Rabu (13/04/2022).

“Ratusan kasus pemerkosaan telah dicatat, termasuk gadis-gadis muda dan anak-anak yang masih sangat kecil. Bahkan seorang bayi!” tandas Zelensky. 

Rusia telah berulang kali membantah menyerang warga sipil sejak invasinya ke Ukraina dimulai pada 24 Februari. 

“Rusia, seperti yang telah kami nyatakan lebih dari sekali, tidak berperang melawan penduduk sipil,” kata Wakil Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dmitry Polyanskiy menuduh Ukraina dan sekutunya memiliki niat yang jelas untuk menampilkan tentara Rusia sebagai sosok sadis dan pemerkosa.