Ya, betul. Dua muka lama yang lolos seleksi hingga fit and propert tes yang digelar Komisi XI DPR adalah  Hoesen yang masih menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di mana, Hoesen dicalonkan sebagai calon Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB).

Satu lagi, Hidayat Prabowo yang kini menjabat Deputi Komisioner Audit Internal Manajemen Risiko dan Pengendalian Kualitas OJK. Dia adalah kandidat Ketua Dewan Audit merangkap anggota.

Atas mentalnya dua calon dari internal OJK ini, Wakil Ketua Komisi XI dari Fraksi PPP, Amir Uskara punya penilaian tersendiri.

Kata dia  pertimbangan dalam memilih anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) periode 2022-2027 tidak ada dari kalangan internal OJK adalah soal ekspektasi. Bahwa periode ini  harus lebih bagus dari sebelumnya.

Amir menjelaskan, calon anggota DK OJK pilihan panitia seleksi (pansel) sudah dipastikan memiliki kompetensi yang mumpuni di sektor jasa keuangan. Namun, ada pertimbangan lain bagi Komisi XI DPR, melihat dari kekurangan jajaran DK OJK di bawah naungan Wimboh Santoso.

"Kita lihat dari sisi politiknya bagaimana, dari sisi kerja sama bagaimana, itu yang kita lihat dan dalami kemarin, dan ini hasil 7 orang yang kita sepakati itu orang yang cocok bekerja secara tim," ujar Amir kepada wartawan di kompleks Gedung DPR, Kamis (7/4/2022).

Dia menjelaskan, DK OJK periode sebelumnya memiliki kekurangan dari sisi pola komunikasi dengan Komisi XI DPR. Dengan demikian, dia berharap para DK OJK yang baru saja terpilih bisa memperbaiki kekurangan tersebut.

"Jujur kemarin ada pola komunikasi yang kurang nyambung, kurang sreg antara Komisi XI DPR dengan DK OJK yang ada makanya mudah-mudahan dengan pilihan kita saat ini itu bisa memperbaiki hubungan," jelas dia.

Amir mencontohkan, pola komunikasi yang kurang bagus yaitu saat evaluasi anggaran OJK. "Komisi XI sampai saat ini selalu melakukan evaluasi anggaran OJK per 3 bulan, tidak seperti periode sebelumnya kita memberikan ruang satu tahun untuk proses evaluasi," tutur dia.

Walaupun begitu, Amir mengatakan, hanya dari sisi komunikasi yang masih perlu diperbaiki. "Ada masukan atau respons dari teman-teman menganggap ada komunikasi yang tidak terlalu nyambung," tandasnya.