Salah satunya adalah PT Ceria Metalindo Prima (CMP), anak usaha PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) siap investasi US$2,2 miliar atau sekitar Rp31,59 triliun (kurs Rp14.360 per dolar AS) untuk pembangunan smelter nikel di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal ini disampaikan Direktur Utama CMP, Derian Sakmiwata dalam acara penandatanganan perjanjian kredit sindikasi fasilitas term loan pembiayaan smelter nikel bersama Bank Mandiri, Bank BJB, Bank Sulselbar di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/4/2022). "Total investasi keseluruhan sebesar US$2,2 miliar," ungkap Derian.

Derian mengatakan, pihaknya telah mendapat Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Kementerian ESDM. Manajemen berencana membangun smelter nikel dengan total produksi sebanyak 252 ribu ton feronikel kadar 22 persen. Selain itu, CMP juga akan membangun pabrik High Pressure Acid Leaching (HPAL).

"Tentunya ini semua kami bangun secara bertahap dimulai dengan apa yang menjadi agenda kami pada hari ini," ujar Derian.

Nantinya, desain engineering yang akan membangun smelter dan pabrik HPAL akan berasal dari salah satu BUMN China, yakni ENFI. Kemudian, CMP juga bekerja sama dengan PT PP (Persero) untuk pembangunan pabrik dan PT PLN (Persero) untuk pasokan listrik sebesar 350 MW di pabrik.

"Total tenaga kerja yang nantinya akan terserap jika semua proyek ini berjalan adalah sebanyak 5.000 orang," tutup Derian.