Video hoaks ikut menyeruak setelah ditemukan sedikitnya 410 mayat warga sipil di jalan-jalan di kota yang berada di 37 kilometer (km) dari Ibu Kota Ukraina, Kyiv.

Dalam sebuah video yang dibahas warganet, menunjukkan kantung jenazah bergerak. Berdasarkan penelusuran, video itu merupakan cuplikan demonstrasi di Austria.

Dalam video itu, terlihat seorang reporter berdiri di depan sederet kantung jenazah berwarna hitam. Ketika kamera menyorot ke arah kantung tersebut, orang di dalamnya terlihat bergerak-gerak.

Sejumlah warganet memotong bagian video tersebut, kemudian memberikan keterangan bahwa gambar itu diambil di Ukraina.

Mereka menuding Ukraina menyebarkan berita palsu mengenai kantung-kantung jenazah yang bergelimpangan di jalanan kota akibat serangan Rusia.

Sementara kubu pro-Rusia juga memanfaatkan video itu untuk mengatakan bahwa perang di Ukraina adalah hoaks dan propaganda buatan Barat.

Sejumlah media lantas mencoba memverifikasi keaslian video tersebut. Melansir cnnindonesia, ternyata video itu merupakan rekaman media lokal Austria, Osterich, ketika meliput aksi protes mengenai kebijakan iklim bertajuk Fridays for Future.

Osterich mengunggah video itu pada 4 Februari 2022 dengan keterangan, "Wina: Demo melawan kebijakan iklim."

Para aktivis tersebut mengingatkan, emisi CO2 di Austria dapat berujung ke 49 kasus kematian akibat iklim pada tahun 2100.

Video hasil rekayasa reportase tersebut tersebar ketika Ukraina sedang dikejutkan dengan temuan ratusan jasad bergelimpangan di sejumlah kota di sekitar Kyiv yang baru saja ditinggal pasukan Rusia.

Dari sekitar 410 jasad, sekitar 300 di antaranya ditemukan di Kota Bucha. Komunitas internasional pun langsung mengecam Rusia.

Namun, Rusia membantah laporan tersebut. Moskow justru menuduh pemerintah Ukraina melakukan apa yang disebutnya sebagai provokasi yang dibuat-buat untuk media Barat.

Mereka pun mendesak rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari ini, Senin (04/04).