Apalagi, era dirupsi atau serba online, punya konsekuensi yang tak mengenakkan. Sejumlah lapangan pekerjaan digantikan mesin. Alhasil, pengangguran naik di tengah meningkatnya jumlah angkat  kerja baru.

Untungnya ada Menteri BUMN Erick Thohir yang sejak awal concern terhadap masalah ini. Selanjutnya Menteri Erick menawarkan solusi. Sejumlah BUMN membuka lowongan kerja bagi putra putri terbaik Indonesia.

Dari laman Instagram Kementerian BUMN, Sabtu (2/4/2022), kementerian membuka lebih dari 2.700 lowongan kerja untuk lebih dari 40 perusahaan BUMN pada April 2022. "BUMN terus menciptakan lapangan kerja," ujar Menteri Erick dalam laman IG Kementerian BUMN.

Bagi peminat lowongan kerja tersebut agar terus memantau Forum Human Capital Indonesia @fhci.bumn untuk informasi pengumuman dan persyaratannya. Selain itu, lowongan kerja itu semuanya tidak dipungut biaya.

Sebelumnya, Menteri Erick memastikan pembukaan lapangan kerja baru terus dilakukan Kementerian BUMN dan perusahaan pelat merah. BUMN membuka ribuan lowongan dari berbagai perusahaan mulai perbankan, perumahan, telekomunikasi dan sebagainya.

Sebelumnya, Menteri Erick mengingatkan bahwa era disrupsi mengubah sistem dan tatanan bisnis perusahaan ke arah model bisnis baru. Pada skala ekstrem, disrupsi justru menghilangkan pekerjaan yang digantikan dengan teknologi atau robot.

Dia mengatakan, teknologi mengubah tatanan bisnis secara cepat dan menyeluruh. Untuk itu, perusahaan dituntut menyesuaikan diri dengan dinamika zaman.

"Banyak sekali dengan digitalisasi job pekerjaan akan berubah dan hilang. Usaha bisnis akan berubah dan hilang dan digitalisasi yang terjadi karena transformasi ini makin hari makin cepat. Saya selalu menekankan first wave sudah masuk," ujar Menteri Erick. 

Selanjutnya, dia melontarkan pertanyaan, mampukah Indonesia menghadapi perubahan tatanan akibat distribusi digitalisasi

Sementara, masyarakat Indonesia menyadari bahwa industri 4.0 akan benar-benar terjadi.

"Kita menyadari bersama di Indonesia juga, kalau kita bicara industri 4.0, kita bicara nanti kita bicara 5G, kita bicara bagaimana AI (artificial intelligence) ini juga terjadi. Pertanyaannya siap enggak kita atas perubahan ini, siap tidak kita akan perubahan ini," kata Menteri Erick.