Uni Eropa menekan China untuk tidak membantu Rusia dengan memasok senjata atau membantunya menghindari sanksi Barat. Hal itu disampaikan Para pejabat Uni Eropa pada pertemuan pertama di Brussels, Belgia, Jumat (1/4/2022).

Disebutkan pula, bantuan apa pun yang diberikan kepada Rusia akan merusak reputasi internasional China dan membahayakan hubungan dengan mitra dagang terbesarnya, yakni Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan sikap China terhadap Rusia adalah 'pertanyaan sejuta dolar'. Yang lain menunjukkan bahwa lebih dari seperempat perdagangan global China adalah dengan Eropa dan AS tahun lalu, dibandingkan dengan hanya 2,4% dengan Rusia.

"Apakah kita memperpanjang perang ini atau kita bekerjasama untuk mengakhiri perang ini? Itulah pertanyaan penting untuk KTT," kata pejabat itu, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa dan Dewan Eropa, Ursula von der Leyen dan Charles Michel, bersama dengan kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, memulai pembicaraan virtual dengan Perdana Menteri China Li Keqiang. Mereka kuga dijadwalkan berbicara dengan Presiden Xi Jinping pada Jumat.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengulangi seruan China untuk pembicaraan damai minggu ini, menambahkan kekhawatiran yang sah dari semua pihak harus diakomodasi.

China sendiri memiliki kekhawatiran bahwa negara-negara di Eropa mengambil isyarat kebijakan luar negeri garis keras dari AS dan telah meminta Uni Eropa untuk "mengecualikan campur tangan eksternal" dari hubungannya dengan China.