Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan, pusat perbelanjaan pertama di Indonesia, Sarinah yang berlokasi di Jl Thamrin, Jakarta bisa membuat produk lokal dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) naik kelas dengan wajah barunya yang lebih memukau.

"Wajah baru Sarinah dapat membuat produk lokal dan UMKM naik kelas," ujar Erick Thohir seperti dikutip dari akun resmi Instagram-nya @erickthohir di Jakarta, Senin (28/03/2022).

Dijelaskan Erick, dengan menggunakan dan memajukan produk dalam negeri maka akan dapat membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.

"Seperti pesan Presiden yang meminta kita mengutamakan produk dalam negeri. Sebab, produk dalam negeri yang semakin maju, akan membuka jutaan lapangan kerja baru," kata Erick sebagaimana dilansir Antara.

Seperti diketahui, Erick Thohir mulai melakukan transformasi perusahaan ritel pelat merah PT Sarinah (Persero) sejak Maret 2021 silam. 

Erick menyampaikan, perusahaan ritel milik negara ini bekerja sama dengan perusahaan ritel global dalam menjual produk dalam negeri. 

Sesuai dengan tujuan awal sejak direnovasi, Erick mengungkapkan, Sarinah akan menjadi wadah bagi pelaku usaha UMKM dan juga mempromosikan produk dalam negeri. 

“Saat ini [Sarinah] sedang direnovasi dan akan bertransformasi menjadi lahan publik dengan konsep pusat perbelanjaan komunitas. Didesain dengan arsitektur modern Indonesia dan berdiri dengan produk lokal Indonesia,” ungkap Erick, Kamis (04/03/2021) silam. 

Saat itu, Erick juga menyebutkan, Sarinah telah bekerjasama dengan perusahaan ritel gobal untuk bisa memasarkan produk-produk dalam negeri terpilih.  

“Sarinah juga telah menjalin kerja sama dengan Dufry AG, yaitu rantai duty free terbesar dengan menawarkan lebih dari 420 lokasi di seluruh dunia untuk menjual produk lokal Indonesia terpilih di gerai mereka secara global,” ujar Erick. 

Pada Senin 9 November 2020 lalu, Sarinah telah menandatangani Nota Kesepahaman atau MoU Joint Venture dengan Dufry, perusahaan terkemuka di bidang travel retail dengan lebih dari 2.400 gerai di 400 lokasi di dunia. 

Tidak hanya itu, Nota Kesepahaman ini juga ditandatangani bersama grup Omega Mexico, di KBRI Mexico City. Upaya ekspansi ke pasar global ini pun merupakan langkah transformasi yang terdapat pada visi pemerintah melalui Kementerian BUMN. 

Sebelumnya Pemerintah terus mendorong aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia guna mendorong peningkatan usaha para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah senantiasa mendorong para pelaku UMKM untuk bergabung ke platform digital melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Dari sisi UMKM, Pemerintah terus berkomitmen mendukung agar UMKM semakin tangguh dan bisa naik kelas. Komitmen tersebut dapat dilihat melalui berbagai pelatihan, pembiayaan, hingga regulasi Pemerintah yang berpihak ke UMKM.

Dukungan tersebut dilakukan karena UMKM memiliki peran sangat besar bagi perekonomian nasional, yaitu berkontribusi lebih dari 61 persen terhadap PDB Indonesia dan menyerap 97 persen total tenaga kerja nasional.

Selain itu, pemerintah juga terus mengeluarkan beragam kebijakan yang berpihak pada UMKM, seperti memberikan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM), subsidi bunga non-KUR, dan yang lainnya guna memastikan UMKM benar-benar pulih dan dapat naik kelas.