Menteri BUMN Erick Thohir justru berpandangan sebaliknya. Bahwa UU Omnibus Law memberikan manfaat besar untuk perekonomian Indonesia. Kalau ekonomi maju maka semakin sejahtera pula kaum pekerja atau buruh.

"Kemarin banyak pendapat yang menikai Omnibus Law tidak bagi bagi berkembangnya perekonomian dan buruh, ternyata tidak begitu. Keberadaan Omnibus Law justru meningkatkan investasi masuk. Terima kasih Omnibus Law," papar Menteri Erick dalam Economic Outlook 2022 yang digelar CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, Menteri Erick menyebut adanya media asal Amerika Serikat yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan investasi terbesar dunia. "One of the best investment country. Indonesia mengalahkan Portugal, UAE, Malaysia, Lithuania dan lain-lain. Tentu ada parameternya," kata Menteri Erick. 

Masih kata Menteri Erick, penempatan Indonesia sebagai negara tujuan investasi terbaik di dunia, berdasarkan banyak parameter. "Corruption, dinamics, economic skills, entrepreneurship, prefer enviromental serta inovasi," ungkapnya.

Selain itu. Menteri Erick membeberkan kenaikan peringkat kemudahan usaha dari 90 menjadi 66. Capaian itu tentunya berkat kerja keras banyak pihak. Ke depan, dia berharap, Indonesia bisa menjadi global financial center. "Kita perlu mendekat dengan Hong Kong dan Singapura, terkait global financial center. Artinya daya saing kita membaik," tandas Menteri Erick.

Demi menjaring semakin banyaknya investor masuk Indonesia, lanjut Menteri Erick, Kementerian BUMN membangun kolaborasi dengan Kementerian Keuangan, membentuk Indonesia Investment Authority (INA).

"Kebetulan saya dan Bu Sri Mulyani duduk di dewan pengawas INA. Memang perlu ada sistem finansial yang kompetitif dan sangat friendly terhadap investasi. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri," terang Menteri Erick.