Presiden Korea Selatan (Korsel), Moon Jae-in mengatakan, Korea Utara (Korut) telah meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) pada Kamis (24/03/2022). Disebutkan, ini pertama kalinya Pyongyang meluncurkan ICBM sejak 2017 seperti dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (24/3/2022).

Peluncuran ICBM merupakan salah satu dari hampir selusin uji coba senjata yang telah dilakukan oleh Karut sepanjang tahun ini. Rangkaian peluncuran ini menandai berakhirnya moratorium uji coba nuklir dan rudal jarak jauh yang diberlakukan sendiri.

Dalam sebuah pernyataan, Moon menyebut peluncuran ICBM ini adalah pelanggaran terhadap penangguhan peluncuran rudal balistik antarbenua yang dijanjikan oleh Ketua Kim Jong Un kepada komunitas internasional.

"Ini merupakan ancaman serius bagi semenanjung Korea, kawasan dan komunitas internasional," katanya, seraya menambahkan bahwa itu adalah "pelanggaran nyata" terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Pyongyang secara resmi menghentikan pengujian rudal jarak jauh sementara pemimpinnya, Kim Jong Un memulai negosiasi tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat saat itu Donald Trump. Tetapi pembicaraan gagal pada 2019 dan terhenti sejak itu.

Meskipun terkena sanksi internasional, Korea Utara telah menggandakan upaya untuk memodernisasi militer. Pekan lalu, Korea Utara menguji coba apa yang menurut para analis kemungkinan merupakan "rudal monster" - ICBM jarak jauh yang baru. Namun uji coba itu gagal karena rudal tersebut meledak segera setelah diluncurkan.

Diberitakan bahwa sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM) Korea Utara (Korut) yang ditembakkan pada Kamis (24/03/2022) sore waktu setempat mendarat di zona ekonomi eksklusif Jepang, di sebelah barat pantai utara negara itu.

"Analisis kami saat ini menunjukkan bahwa rudal balistik terbang selama 71 menit dan sekitar 15:44, itu mendarat di perairan dalam zona ekonomi eksklusif Jepang di Laut Jepang sekitar 150 kilometer barat semenanjung Oshima, Hokkaido," kata Makoto Oniki, Menteri Pertahanan Jepang seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (24/03/2022).

"Mengingat rudal balistik kali ini terbang di ketinggian lebih dari 6.000 km, jauh lebih tinggi dari ICBM Hwasong-15 yang diluncurkan pada November 2017, rudal yang hari ini diyakini sebagai ICBM baru," tambahnya.