Kementerian Komunikasi dan Informatika telah memfasilitasi peluang kerja sama 43 Startup Digital dengan investor melalui Program HUB.ID pada tahun 2021. Seluruh startup mendapat kesempatan dipertemukan dengan berbagai pelaku usaha dan lintas industri dalam Business Matchmaking. Dengan acara puncak Demo Day yang memungkinkan peserta melakukan presentasi di hadapan calon investor.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan menyatakan tahun ini akan menggelar HUB.ID Batch 2. “Program HUB.ID ini kami buat untuk membuka peluang bagi banyak pihak. Kami mempertemukan demand dan supply inovasi yang melibatkan  startup, korporasi swasta, BUMN, pemerintah, investor, dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya di Jakarta Pusat, Rabu (23/03/2022).

Dirjen Semuel mengharapkan dengan fasilitasi yang dilaksanakan Direktorat Ekonomi Digital Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo ityu akan mempercepat agenda transformasi digital nasional.

"Dengan harapan, upaya kita bersama ini dapat membantu dalam mempercepat agenda transformasi digital nasional, khususnya berkaitan dengan pengembangan ekonomi digital,” tandasnya.

HUB.ID dengan jejaring yang luas baik dari dalam negeri maupun luar negeri membantu para startup untuk mendapatkan eksposur dari para investor yang ada dalam jejaring HUB.ID.

Salah satu fasilitasi yang berhasil didapatkan startup HiPajak yang baru-baru ini memperoleh pendanaan dari “1982 Venture”, perusahaan Venture Capital dari Singapura yang berfokus pada startup fintech di Asia Tenggara.

“Ini tentunya berita baik. Untuk itu kami ucapkan selamat kepada HiPajak atas pencapaian ini. Kami sangat berharap ini dapat menjadi motivasi bagi startup-startup lainnya untuk terus berjuang dalam mendapatkan investor," ungkap Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo.

Lebih dari itu, Dirjen Semuel mengharapkan agar program HUB.ID akan membantu startup nasional mendapatkan investasi sehingga menjadi calon unicorn berikutnya.

"Besar harapan kami program HUB.ID dapat terus terselenggara tiap tahunnya dan membantu lebih banyak lagi startup-startup nasional dalam meraih investasi sehingga dapat berkontribusi untuk Indonesia dan menjadi calon-calon startup Unicorn berikutnya,” ujarnya.

Bagi Pengalaman

HiPajak merupakan aplikasi digital yang dibangun untuk menyederhanakan kebutuhan perpajakan terkait pajak penghasilan dalam satu aplikasi. One apps tax assistance ini pun telah tumbuh dengan signifikan karena mempermudah pengelolaan pajak penghasilan yang dapat menghemat biaya hingga 95%.

CEO & Founder HiPajak, Tracy Tardia menyatakan HiPajak didirikan pada 29 Januari 2020,sampai saat ini pengguna HiPajak sudah lebih dari 300,000 pengguna dengan 100,000 di antaranya merupakan UMKM dan sisanya merupakan pekerja lepas, content creator, dan wajib pribadi nonkaryawan.

"HiPajak telah memenangkan penghargaan internasional pada 2020 setelah menjadi First Winner Alibaba GET Global Challenge 2020. Kemudian pada tahun 2021 HiPajak bekerja sama dengan GoBiz dari Gojek sebagai asisten perpajakan dengan membantu 1 juta merchants GoFood partner," ujarnya.

Menurut Tracy Tardia, HiPajak memberikan akses yang cepat serta literasi pajak untuk meningkatkan penetrasi penerimaan pajak. "Dalam pengembangannya HiPajak telah bermitra dengan banyak pihak seperti Kominfo, BNI, dan beberapa pelaku usaha lainnya seperti GoJek, Midtrans, KoinWorks, serta LinkAja," tuturnya.

Tracy Tardia mengapresiasi peluang yang diberikan Kementerian Kominfo melalui program HUB.ID yang bisa membangun network lewat business matchmaking, pelatihan berkelas internasional, dan terutama hubungan kepada investor.

“Sebuah kesempatan yang luar biasa bisa bergabung dalam program HUB.ID yang difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dimana program yang dibuat sangat lengkap untuk akselerasi startup,” ungkapnya.

Tahun ini HiPajak fokus kepada pengembangan produk sehingga HiPajak akan semakin mudah, terintegrasi dengan berbagai platform, dan meningkatkan teknologi HiPajak. "HiPajak sendiri merupakan aplikasi yang diawasi langsung oleh Direktorat Jenderal Pajak," tegas Tracy Tardia.