Setelah menyerbu Ukraina, wilayah Moldova disebut akan jadi target invasi Rusia berikutnya. Hal tersebut berdasarkan dukungan Moskow atas sebuah kelompok separatis di negara itu.

Direktur analisis di perusahaan intelijen RANE, Adriano Bosoni, mengatakan, Moldova saat ini juga dalam kondisi serupa dengan Ukraina. 

Negara itu bukanlah anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) atau Uni Eropa (UE), serta saat ini berperang dengan wilayah Transnistria yang berniat memisahkan diri dari Moldova. Wilayah ini diketahui mendapatkan dukungan dari Kremlin.

"Jika konflik meningkat di luar Ukraina, Moldova adalah salah satu tempat dengan peringkat tertinggi dalam daftar," terang Bosoni kepada CNBC International, Jumat (18/3/2022).

Bosoni menambahkan, bila serangan itu terjadi, Moldova akan mengalami hambatan lebih berat dari Ukraina. Pasalnya, negara yang berada dekat dengan Rumania itu tidak memiliki kekuatan pertahanan yang baik mengingat pendapatan negara itu terbilang rendah.

"Mereka akan sangat lemah. Akan ada sedikit atau tidak ada perlawanan," tambahnya.

Meski begitu, Moskow hingga hari ini belum mengakui Transnistria seperti yang dilakukannya terhadap Donetsk dan Luhansk di Ukraina.

Namun, Peneliti dari Foreign Policy Research Institute, Clinton Watts, mengatakan tanda-tanda penguasaan pasukan Rusia di wilayah kota pelabuhan Ukraina Odessa dapat menjadi sinyal bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki intensi untuk menguasai wilayah itu. Odessa sendiri cukup dekat dengan Moldova dan Transnistria.

"Saya pikir kemungkinan besar dia ingin merebut Ukraina selatan dan menyatukan kembali Transnistria, menggunakannya sebagai landasan untuk merebut Moldova," ujar Watts.