Gojek dan Tokopedia punya potensi untuk naik tingkat ke decacorn yang nilai perusahaan 10 kali dari unicorn.

PERUSAHAAN penyedia aplikasi transportasi Grab baru saja mengumumkan status barunya sebagai decacorn pertama di Asia Tenggara. Menyambut status baru itu, Grab memberi diskon hingga 70 persen untuk pengguna jasa layananya.

Decacorn adalah istilah yang disematkan untuk perusahaan rintisan digital yang nilainya mencapai US$ 10 miliar. Ini setara dengan Rp140 Triliun.

Sebelumnya, Grab telah mengantongi modal sebesar US$ 3 miliar atau sekitar Rp 4,3 triliun dari investor seperti Toyota, Microsoft, Booking Holdings dan Yamaha Motors pada Desember 2018.

Selain itu, pemodal Softbank juga disebut telah berkomitmen untuk menambah modal Grab sebesar US$ 1,5 miliar. Tambahan modal dari putaran pendanaan seri H inilah  membuat Grab menyandang status decacorn. 

Tingkatan di bawah decacorn adalah unicorn. Dalam arti sebenarnya, unicorn adalah kuda poni putih bertanduk tunggal dalam dunia mitologi. Istilah ini disematkan untuk sebuah start up digital lantaran mewakili sifat si kuda dalam dongeng yang langka dan sulit ditemukan.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan investor pendiri Cowboy Ventures, Aileen Lee, dalam artikelnya “Welcome to The Unicorn Club” yang terbit di Techcrunch tahun 2013.

Saat itu, Lee mengidentifikasi ada 39 startup yang berstatus unicorn. Kini, jumlahnya sekitar 300 lebih di seluruh dunia.

Di Indonesia, perusahaan ada 4 perusahaan rintisan start up  yang telah mencapai status unicorn yakni Gojek dengan valuasi sebesar 9,5 miliar dollar, Tokopedia (7 miliar dolar), Traveloka (4,1 miliar dolar), dan Bukalapak (1 miliar dolar).

Dengan begitu, tampaknya Gojek dan Tokopedia punya potensi untuk naik tingkat ke decacorn yang nilai perusahaan 10 kali dari unicorn.

Dari 300 perusahaan unicorn, CB Insight dalam laporan pada Januari 2019 mencatat 15 diantaranya menyandang predikat decacorn.

Kesebelas decacorn tersebut antara lain Bytedance (valuasi US$75 miliar), Uber (US$72 miliar), Didi Chuxing (US$56 miliar), WeWork (US$47 miliar), Airbnb (US$29,3 miliar), SpaceX (US$21,5 miliar), Stripe (US$20 miliar), JUUL Labs (US$15 miliar), Epic Games (US$15 miliar), Pinterest US$12,3 miliar), Bitmain Technologies (US$12 miliar), Samumed (US$12 miliar), Lyft (US$11,5 miliar), Grab (US$11 miliar), Palantir Technologies (US$11 miliar), Global Switch (US$11,08 miliar). Sementara Infor, DJI Innovations, One97 Communications dan Gojek masing-masing memiliki valuasi US$9,5 miliar.

Baru-baru ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan ada satu perusahaan dengan status unicorn yang akan naik kelas menjadi decacorn dalam sebuah kesempatan awal Desember lalu.

"Tinggal satu ronde transaksi (pendanaan) lagi mereka akan menjadi decacorn," kata Rudiantara, Jumat, 7 Desember 2019.

Selain kedua istilah itu, dunia startup juga mengenal dengan istilah hectocorn.

Hectocorn ini adalah status setelah decacorn. Istilah ini disematkan untuk perusahaan rintisan dengan angka valuasi yang mencapai lebih dari 100 miliar dolar.[]