Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) kembali memperingatkan dunia untuk tidak berasumsi bahwa pandemi akan segera berakhir, serta varian Omicron merupakan akhir dari fase paling buruk dari Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut, asumsi tersebut sangat berbahaya. Alih-alih berasumsi, ia mendesak negara-negara untuk tetap fokus mengalahkan pandemi.

"Berbahaya untuk berasumsi bahwa Omicron akan menjadi varian terakhir dan bahwa kita berada di akhir permainan," kata Tedros dalam pertemuan dewan eksekutif WHO pada Senin (24/01/2022).

Sebaliknya, Tedros memperingatkan, kemungkinan akan ada lebih banyak varian yang muncul jika COVID-19 tidak ditangani segera.

"Sebaliknya, secara global kondisinya ideal untuk lebih banyak varian yang muncul," ucapnya, seperti dikutip Reuters.

Dalam sebuah konferensi pers sebelumnya, Tedros mengatakan, pandemi COVID-19 sudah memasuki tahun ketiga dan berada pada titik kritis. Untuk itu, dunia harus bekerja sama untuk mengakhiri fase akut dari pandemi.

"Kita tidak bisa membiarkannya terus berlarut-larut, bergerak di antara kepanikan dan kalalaian," ucapnya.

Saat ini, Omicron telah mendorong lonjakan infeksi hingga mencapai hampir 350 juta kasus COVID-19. Meski begitu, dampaknya kurang mematikan. Seiring dengan meningkatnya prevalensi vaksin, maka optimisme bahwa pandemi terburuk mungkin telah berlalu bermunculan.