Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan BUMN akan menjadi e-government pada akhir tahun 2022.

"Kami di Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan BUMN tengah melakukan transformasi secara menyeluruh, apalagi Kementerian BUMN sudah saya targetkan akan menjadi e-government pada akhir tahun 2022," ujar Erick Thohir dalam seminar daring "Indonesia Digital Tribe (IDT) Town Hall" di Jakarta, Senin (24/1).

Erick menambahkan bahwa selain itu setiap BUMN ditargetkan harus digital ready dengan level minimal 3,5 dari level terbaik, yaitu 4.

Hal tersebut tidaklah mudah namun ini adalah tantangan yang harus dibuktikan bahwa BUMN bisa.

"Ke depannya 20 persen dari jumlah karyawan di seluruh Kementerian BUMN dan perusahaan-perusahaan BUMN harus merupakan talenta digital atau 'talent' digital," kata Erick.

Sebelumnya Erick menargetkan 20 persen pegawai BUMN harus mengerti teknologi pada tahun 2024.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian konsisten terkait transformasi BUMN yang dipastikan menjadi konkret.

Saat ini Kementerian BUMN banyak mengangkat pemimpin muda di BUMN dengan usia di bawah 42 tahun. Hal ini karena kesinambungan kepemimpinan serta keberlanjutan pekerjaan sehingga harus ada pemimpin-pemimpin baru dan muda untuk bisa meneruskan. Perekrutan pemimpin muda itu tidak hanya dilakukan dari dalam BUMN, namun juga dari luar BUMN untuk menjadi pimpinan di BUMN.

Di samping itu, Kementerian BUMN melakukan program magang mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa dalam negeri tetapi juga dari luar negeri dengan membuat kerja sama bersama para pelajar di luar negeri berdasarkan konsep dan riset bersama, seperti bagaimana membuka kota pintar atau smart city.