Nama Chatupoom Losiri, mungkin tidaklah asing, pasalnya pria ini sempat viral beberapa waktu lalu karena gaya hidupnya. Pria asal Thailand yang disebut–sebut sebagai Manusia Gua itu sering mengunggah kegiatan guanya dalam Facebook pribadinya.

Dalam akun Facebook miliknya, pria berusia setengah abad itu kerap mengunggah dokumentasi kegiatannya bersama para turis wanita cantik.

Dalam wawancara dengan sebuah media, Chatupoom Losiri mengungkap kebanyakan turis cantik terpikat karena kharisma yang dimilikinya.

Ia mengatakan kerap bergonta-ganti pasangan tanpa menyakiti perasaan turis yang satu dengan yang lainnya. "Sebagian mereka datang karena patah hati. Mereka datang ke gua untuk menghabiskan waktu dengan bercerita. Saat kami tertidur, kami hanya berpelukan. Itu saja," paparnya.

Chatupoom Losiri menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan para turis tak melulu soal seks. "Tak selalu soal seks. Mereka datang ke gua tanpa ada paksaan," kata Chatupoom Losiri.

Ia mengungkit kiat sukses memikat turis wanita untuk singgah ke guanya. Ia mengaku kerap membuat kopi untuk para turis wanita agar mereka senang.



"Saya akan bertanya pada mereka (para perempuan yang diajak ke guanya) apakah saya boleh mencium mereka. Kadang ada perempuann yang mau, namun banyak juga yang tidak," paparnya.

Dilansir dari The Sun, Chatupoom Losiri sering terlihat hanya mengenakan sebilah daun besar untuk menutupi kemaluannya. Dia juga hobi mengunggah foto-foto dengan berbagai perempuan bule yang berbeda.

Hal yang menggemparkan adalah foto turis wanita muda asal Rusia. Setelah sukses merayu, Chatupoom Losiri memboyong si turis ke gua miliknya. Ia mengunggah foto mereka berdua.



Dalam caption foto Chatupoom Losiri menulis bahwa dia sangat lelah dari malam sebelumnya tetapi masih terbangun untuk minum kopi dan bermeditasi. Sementara si turis masih dalam keadaan telanjang dan tampak tertidur dengan lelap.

Unggahannya memantik reaksi publik dan membuat aparat turun tangan dan mulai melakukan penyelidikan. Polisi menggeledah gua dan mencari sesuatu yang mencurigakan. Tapi tidak menemukan apapun.

"Distrik Koh Phangan telah mengajukan pertanyaan kepada pemilik tanah apakah ia akan terus membiarkan Chatupoom tinggal di daerah itu atau memintanya pergi," kata Sheriff dari Koh Phangan, Kairik Kraisong.

"Tidak ada keluhan. Jika ada keluhan, petugas bisa mengambil tindakan hukum. Situasi ini (perempuan masuk ke guanya) cukup genting dan berisiko, jadi saya mengirim staf untuk memeriksa dan berbicara dengan Chatupoom," tambahnya.

Kairik Kraisong menyatakan, Chatupoom Losiri tidak melanggar hukum tetapi pihaknya akan terus memantau aktivitasnya. Selain itu, kata Kairik Kraisong, pejabat di Koh Phangan telah menyelidiki situasi dan melakukan pemeriksaan latar belakang Chatupoom Losiri.

Diketahui, si manusi gua semula berdomisili di Bangkok. Ia bercerai sejak 11 tahun lalu dengan istrinya. Pada 2015, ia memutuskan untuk menjual rumah besarnya dan pindah Pulau Full Moon Party di Koh Phangan, Thailand Selatan. Yang mengejutkan, Chatupoom Losiri merupakan sarjana lulusan dari Universitas Silpakorn.