Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono mengungkapkan aliran modal asing yang keluar itu berasal dari jual neto (net buy) di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp410 miliar dan beli neto di pasar saham sebesar Rp270 miliar. "Berdasarkan data transaksi 17-21 Januari 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp0,14 triliun," ujar Erwin, Jumat (21/1/2022).

Hal ini membuat tingkat premi risiko Credit Default Swaps (CDS) Indonesia lima tahun, naik level dari 83,79 basis poin (bps), menjadi 85,25 bps per 14 Januari 2022.

Sementara, tingkat imbal hasil (yield) SBN bertenor 10 tahun naik ke level 6,4 persen. Kenaikan juga terjadi pada yield surat utang AS US Treasury 10 tahun ke level 1,804 persen. "BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu," terang Erwin.

Lebih lanjut, BI dan pemerintah juga akan memperkuat langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, termasuk menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.