Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mempertimbangkan akan melapor ke polisi jika eskalasi teror yang menimpanya semakin membahayakan jiwanya usai melaporkan dua putera Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ubedilah Badrun mengaku mengalami sejumlah teror dalam beberapa hari belakangan. Teror tersebut diduga berkaitan dengan hal yang dilaporkannya ke KPK beberapa waktu lalu.

Ubedilah Badrun melaporkan Gibran dan Kaesang atas dugaan pembakaran hutan, tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU), serta dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) ke KPK, Senin (10/01/2022).

Ubedilah mengaku belum berencana melaporkan perihal ancaman teror itu ke polisi. Pasalnya, dirinya masih fokus pada pelaporan dugaan TPPU yang melibatkan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke KPK.

“Untuk sementara ini belum (melaporkan). Nanti jika eskalasi teror makin terang dan membahayakan akan saya pertimbangan,” kata Ubedillah, Senin (17/01/2022).

Dia mengatakan, hal terpenting saat ini adalah fokus dengan laporannya ke KPK. Menurutnya, kedua putra Presiden Jokowi itu diduga terlibat kasus TPPU dan KKN dengan petinggi Grup SM yang menjadi tersangka pembakaran lahan pada 2015 lalu.

“Akan saya pikirkan kalau soal teror itu. Saya saat ini lebih fokus ke substansi pelaporan yang di KPK,” jelasnya.

“Agar serius menangani keterlibatan kedua putra presiden atas dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) dengan PT SM,” pungkas Ubedilah Badrun.