Jika mengacu pada seri ORI sebelumnya, secara karakteristik, ORI merupakan SBN ritel yang dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Hal ini memungkinkan para investor untuk mendapatkan capital gain jika memutuskan menjual ORI yang dimilikinya.

Sementara dari sisi kupon, ORI memiliki imbalan yang bersifat fixed rate, alias tetap yang dibayarkan setiap bulan. Selain itu, ORI juga merupakan instrumen yang murah meriah karena investor bisa menebusnya hanya dengan modal minimal Rp1 juta.

Salah satu keunggulan lain dari ORI adalah minim risiko mengingat instrumen yang satu ini dijamin oleh undang-undang. Alhasil, risiko gagal bayar bisa dibilang tidak akan mungkin terjadi.

Senior Economist Samuel Sekuritas, Fikri C Permana mengungkapkan, ORI021 akan mendapatkan sambutan yang meriah dari para investor. Menurutnya, dengan likuiditas domestik yang masih berlimpah saat ini, maka minat masyarakat masih akan tinggi.

Terlebih lagi, dengan tren suku bunga yang rendah saat ini, masyarakat dinilai akan mencari imbal hasil yang paling kompetitif.
“Rate deposito sekarang ini kan di kisaran 2,5%-3%, sementara ORI bisa kasih imbal hasil yang jauh lebih menarik. Belum lagi, dari sisi pajak, SBN ritel ini hanya 10%, jauh lebih rendah dibanding deposito yang 20%,” kata Fikri dikutip dari Kontan.co.id, Senin (17/1/2022).

Menurut Fikri, pemerintah idealnya memberi kupon ORI021 sebesar 4,7%-4,8% agar menarik minat masyarakat. Walaupun angka tersebut jauh lebih kecil dibanding kupon seri ORI020 yang sebesar 4,95%, tetap akan lebih menarik mengingat yield SBN 3 tahun ada di kisaran 4,5-4,6%.

Jadi selain memberikan premium dibanding tenor sejenis, kupon tersebut juga jauh lebih besar dibanding bunga deposito. Namun, memiliki karakter yang sama, yakni kupon yang dibayarkan setiap bulan, serta bebas risiko.

Hanya saja, dengan kupon tersebut, ia memperkirakan penjualan ORI021 tidak akan setinggi ORI019 yang diluncurkan pada awal 2021. Saat itu, penjualan ORI019 berhasil mencapai Rp26 triliun.  “Penjualan ORI021 ini tapi setidaknya akan melebihi penjualan ORI020 yang sebesar Rp15 triliun,” tutup Fikri.