Juru Bicara Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, mengatakan, pemerintah akan membatasi kegiatan ibadah umrah saat kondisi dalam negeri dilanda peningkatan kasus Corona Virus Desease 2019 atau COVID-19 varian Omicron.

Sementara sebeliumnya, Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan, menghentikan sementara penerbangan umrah mulai 15 Januari 2022. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi skema One Gate Policy (OGP) termasuk memantau perkembangan infeksi Omicron di dalam negeri dan Arab Saudi.

"Wapres menyinggung soal umrah, tetapi belum ada keputusan pasti apakah akan dibuka atau tidak. Kesimpulannya, keluar negeri termasuk untuk umrah itu akan dibatasi, disarankan untuk tidak dulu karena berbahaya," kata Masduki dalam konferensi pers virtual, Minggu (16/01/2022).

Madsuki mengatakan, pemerintah berhati-hati menghadapi peningkatan kasus Omicron setelah mengalami hal serupa pada Juni-Juli 2021 dengan varian Alfa dan Delta.

Saat rapat evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Ma'ruf memberi arahan agar dilakukan pengetatan di berbagai daerah, khususnya Jakarta. Dalam rapat diungkap Jakarta merupakan provinsi paling banyak penularan Omicron melalui transmisi lokal.

"Presiden dan Wapres memberikan arahan agar diperketat orang ke Jakarta. Belum ada kewajiban, tapi memperketat itu salah satunya adalah dengan vaksinasi. Jadi (masyarakat) harus divaksin dan harus memakai masker," ujar Masduki.

Pada tahun ini pemberangkatan jamaah umrah sudah berlangsung delapan hari sejak penerbangan perdana 8 Januari lalu. Ada 1.731 jamaah telah berangkat melalui Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede Jakarta.

Jamaah umrah yang berangkat 8 Januari akan kembali ke Indonesia pada 17 Januari. OGP mewajibkan setiap jamaah umrah yang tiba di Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede Jakarta langsung melakukan pemeriksaan kesehatan dan kelengkapan dokumen.

Kemenag akan mengevaluasi serta melihat ada atau tidaknya jamaah yang terinfeksi Omicron.

"Jamaah umrah akan diberangkatkan sampai tanggal 15 Januari 2022 dan kita coba hentikan sementara dalam rangka evaluasi," kata Hilman, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, lewat siaran pers di Jakarta, Minggu (16/01/2022).


Sebelumnya diberitakan, Kemenang menghentikan sementara penerbangan jamaah umrah mulai 15 Januari 2021 dalam upaya mengevaluasi skema One Gate Policy (OGP) termasuk memantau perkembangan varian Omicron di Indonesia dan Arab Saudi.

"Kami akan mengkaji konsep OGP secara menyeluruh dengan melihat perkembangan yang terjadi, di saat virus Omicron makin berkembang di beberapa negara termasuk Indonesia dan Arab Saudi," ujar Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman, melalui siaran pers di Jakarta, Minggu (16/01/2022).

Pemberangkatan jamaah umrah masa pandemi ini sudah berjalan delapan hari sejak penerbangan perdana pada 8 Januari 2022. Sekitar 1.731 jamaah telah berangkat melalui Asrama Haji Embarkasi Pondok Gede Jakarta.

Skema OGP mewajibkan seluruh jamaah umrah yang tiba di Asrama Haji Pondok Gede langsung melakukan penapisan (screening) kesehatan dan kelengkapan dokumen.

Ia menjelaskan jamaah umrah yang berangkat 8 Januari akan kembali ke Indonesia tanggal 17 Januari 2022. Sekembalinya jamaah ke Indonesia, Kemenag akan mengevaluasi serta melihat ada atau tidaknya jamaah yang terdeteksi Omicron.

"Jamaah umrah akan diberangkatkan sampai tanggal 15 Januari 2022 dan kita coba hentikan sementara dalam rangka evaluasi," kata dia.

Hilman mengatakan penyelenggaraan umrah hampir sama seperti perjalanan ke luar negeri. Kemenag hanya berperan memfasilitasi persiapan pemberangkatan, sementara yang berperan lebih banyak adalah Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

"Jadi di sini yang berperan swasta dan ini menjadi B to B (Bisnis to Bisnis). Ditjen PHU tidak bisa ikut mengatur lebih, artinya visa diajukan ke Arab Saudi melalui vendor dan jika memenuhi syarat maka bisa berangkat dan sangat jauh berbeda dengan penyelenggaraan haji, Kemenag berperan ikut mengendalikan dari seluruh prosedur atau proses yang dilakukan jamaah haji," kata dia.

Usai menggelar evaluasi dengan kementerian terkait, Kemenag akan memutuskan apakah akan kembali memberangkatkan atau menghentikan sementara perjalanan umrah.

"Kami hanya mendorong PPIU untuk lebih perlahan mengirim jamaah, jangan terlalu banyak, jangan dilakukan secara dadakan dan kami akan segera mengumumkan hasil evaluasi. Sekali lagi bahwa mekanisme buka tutup ini dilakukan seiring perkembangan Omicron di Indonesia dan Arab Saudi," kata Hilman.