Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara berkesempatan untuk bertemu dan berdialog dengan jajaran kantor vertikal Kementerian Keuangan di Provinsi Bali dan Nusa Tenggara pada Kamis (13/01) di Aula Gedung Keuangan Negara Singaraja. 

Dalam kesempatan itu, Wamenkeu menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh jajaran atas kinerja baik yang dilakukan sehingga APBN Tahun 2021 lalu bisa diselesaikan secara baik.

“Tolong disampaikan baik yang hadir maupun yang tidak hadir kepada seluruh teman-teman di kantor seluruh staf kita, kinerja Anda semua tidak lepas dari perhatian kami pimpinan Kementerian Keuangan di Jakarta. Kita apresiasi, terima kasih,” ucap Wamenkeu.

Selanjutnya Wamenkeu menyampaikan dorongan kepada jajaran agar bisa memunculkan ide-ide supaya Kementerian Keuangan mampu memberikan kemanfaatan yang lebih banyak lagi di daerah. 

Wamenkeu mengatakan harus ada mindset baru yang dibangun oleh para jajaran bahwa sebagai pengelola keuangan negara jajaran Kemenkeu dalam melakukan pekerjaan itu tidak sebatas hanya untuk menyelesaikan indikator kinerja saja, namun harus mampu memberikan kemanfaatan yang lebih besar lagi bagi perekonomian daerah.

Wamenkeu menegaskan bahwa regional chief economist (RCE) yang mulai diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan melalui penunjukkan beberapa kantor sebagai pilot project-nya harus terus digaungkan. 

RCE harus mampu memberikan analisis dan rekomendasi kepada pemerintah daerah mengenai penyusunan kebijakan khususnya di bidang perekonomian lokal. Wamenkeu menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas unit eselon I Kemenkeu supaya analisis dan rekomendasi kebijakan itu bisa tepat dan sesuai.

“RCE adalah bagian kegiatan Kemenkeu Satu untuk memberi kemanfaatan baru untuk perekonomian lokal. Datanya ada di Bapak Ibu semua. Semua data mengenai APBN ada di komputer KPPN, KPP, KPKNL, bahkan KPPBC itu juga punya datanya. Jargon baru kita bahwa data di Kemenkeu itu jangan hanya dipakai untuk menyelesaikan IKU, tapi gunakan kesempatan juga untuk analisis dan beri rekomendasi untuk perekonomian. Nah bagaimana caranya ayo kita bikin bareng-bareng,” tandas Wamenkeu.

Terakhir, Wamenkeu juga menyinggung ide mengenai sinergi lintas unit Eselon I untuk mendukung UMKM sebagai perwujudan Kemenkeu Satu. Wamenkeu menginginkan adanya suatu konsep dan skema yang terintegrasi oleh seluruh unit sehingga Kemenkeu bisa memberikan dukungan kepada UMKM secara lebih efisien dan tepat sasaran.

“Pekerjaan kita banyak yang saling bersinggungan dan berkaitan (antar unit) sehingga kita pikirkan bagaimana menciptakan kemanfaatan-kemanfaatan baru dengan sinergi. Ada sinergi disitu, kita lakukan dengan integritas dengan profesionalisme guna menciptakan pelayanan untuk kesempurnaan kita. Kita cari kemanfaatan baru. Yang sudah ada di depan kita adalah Regional Chief Economist, lalu satu lagi sedang kita rumuskan adalah dukungan kepada UMKM yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan yang Satu,” tegas Wamenkeu.

“Sekali lagi, titip dan jaga staf kita dengan sebaik mungkin, dan Bapak-Bapak Kanwil tolong jaga seluruh Kantor Pelayan, Bapak-Bapak Kepala Kantor Pelayanan jaga seluruh seksi-seksinya, Bapak Ibu Kepala Seksi tolong jaga semua staf kita. Jaga kesehatannya, jaga spiritnya, jaga semangatnya. Kita masih dalam pandemi, tapi kita akan menyelesaikan APBN 2022 sebagai bagian dari pemulihan untuk menuju tahun 2023,” tutup Wamenkeu.