Mengutip data CoinMarketCap, pada Kamis (13/1/2022) pukul 10.55 WIB, harga Shiba Inu melonjak 15,16% dalam 24 jam terakhir ke posisi US$ 0,00003191. Sementara harga Bitcoin naik 2,28% menjadi US$ 43.589,85, pulih setelah awal tahun yang buruk bagi mata uang kripto terbesar di dunia ini pada minggu lalu.

Harga Bitcoin sempat menyentuh US$ 44.324, posisi tertinggi dalam sepekan terakhir. Harga Ethereum mendaki 3,16% ke level US$ 3.338,42, harga Solana melonjak 6,23% jadi US$ 148,90, harga Terra melesat 9,88% ke US$ 80,34 dan Dogecoin melompat 8,17% menjadi US$ 0,1657.

Pasar kripto mendapat dorongan dari laporan Departemen Tenaga Kerja AS pada Rabu (12/1) yang menunjukkan, Indeks Harga Konsumen (CPI), pengukur inflasi utama, naik ke 7% pada Desember 2021, tertinggi sejak awal 1980-an. Tetapi, ada kekhawatiran di pasar, harga produk dan jasa akan naik lebih cepat, yang bisa memberikan tekanan tambahan pada bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) untuk bergerak lebih agresif, memperketat kondisi moneter dan mendinginkan perekonomian. Bitcoin dan mata uang kripto dipandang oleh semakin banyak investor sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang cepat.