Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, ke Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan panggilan 'sahabat saya' di peringatan hari ulang tahun ke-49 PDIP. Sapaan itu disebut sebagai sinyal terkait Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024.

Apakah benar Ahok bakal dipasang PDIP di Pilkada DKI Jakarta 2024? Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto membantah rumors tersebut.

"Jadi itu tidak ada kaitannya dengan Pilgub 2024," kata Hasto saat konferensi pers secara daring, Senin (10/11).

Namun begitu, dia menyampaikan, Megawati memiliki kewenangan untuk memilih sosok cagub yang bakal diusung PDIP di Pilgub DKI Jakarta 2024 mendatang. Menurutnya, Megawati bisa saja mengusung Ahok kembali.

"Kalau Bu Megawati mau menetapkan Pak Ahok ya itu kewenangan Bu Megawati," katanya.

Ia melanjutkan, Megawati dan Ahok memang bersahabat. Menurutnya, Ahok adalah sosok berprestasi yang telah menjadi korban Pilgub DKI Jakarta 2017.

Hasto pun berkata, kedekatan Megawati dan Ahok sudah masuk hal yang sangat substansial, yakni terkait dengan menanam pohon hingga makanan khas Bangka.

"Jadi menyebut sahabat tadi ya memang sahabat, apalagi kita lihat Ahok ini jadi korban pada saat terkait pemilu Jakarta. Prestasi ahok kita lihat luar biasa, termasuk, dalam bangun masjid luar biasa," ujar Hasto.

"Prestasi dalam ketegasan menghadapi berbagai bentuk konspirasi kekuasaan yang ingin menggunakan kekuasaan untuk mendapatkan kapital itu Pak Ahok punya keberanian menghadapi itu," sambungnya.

Sebelumnya, Megawati menyapa Ahok dengan panggilan 'sahabat saya' di peringatan hari ulang tahun ke-49 PDIP. Saat membuka pidato politik, Megawati mengecek para undangan yang hadir secara virtual. Dia pun mencari-cari Ahok yang kabarnya telah bergabung secara daring.

"Ada juga saya dengar kakak saya juga ada, Pak Guntur Soekarnoputra, sahabat saya Pak Ahok atau yang terkenal Basuki Tjahaja Purnama," ucap Mega saat membuka peringatan hari ulang tahun ke-49 PDIP, disiarkan kanal Youtube PDI Perjuangan, Senin (10/1).

Ini bukan kali pertama Megawati menyapa Ahok secara khusus dalam pidato. Pada Kongres V PDIP, Mega sempat membahas pergantian nama Ahok menjadi BTP dan kasus intoleransi.