VP Marketing Tokocrypto, Aditya Raflein bilang, penyebab melemahnya nilai uang kripto di akhir 2021. "Salah satunya banyak investor yang cash out untuk memenuhi kebutuhan Natal dan libur akhir tahun," ujar Raflein melalui keterangannya, Senin (27/12/2021).

Untuk tetap menjaga stabilitas transaksi cryptocurrency, dia menambahkan, perusahaan bagi-bagi bonus akhir 2021, lewat program promo #SiapLebihCuan. "Tokocrypto berharap dengan banyaknya rangkaian promo bonus akhir tahun ini bisa meningkatkan kembali transaksi aset kripto," tutur Raflein.

Investor aset kripto di Tokocrypto yang sudah melewati semua proses KYC bisa mengikuti kompetisi trading kripto. Bagi pengguna baru bisa dapat 2 TKO dengan menyelesaikan verifikasi KYC level 1.

Bonus tambahan 2 TKO dengan trading minimal US$ 25 pairing apapun yang tersedia di Tokocrypto kecuali stablecoin (BUSD/USDT, BUSD/DAI, BUSD/BIDR, USDT/BIDR, dan USDT/DAI).

Investor yang melakukan trading dengan minimal US$ 100 berhak mendapatkan kupon hadiah (maksimal 10 kupon). Kupon itu akan digunakan untuk hadiah tiga unit iPhone 13 Pro Max yang akan diundi diakhir periode.

Kemudian, jika investor deposit minimal Rp 1.000.000 akan mendapatkan cashback GoPay atau ShopeePay. Periode promo dimulai 23 Desember 2021 hingga 5 Januari 2022.

Di program ini investor juga bisa dapat total hadiah Rp 2,9 miliar dalam bentuk token TKO, jika menyebarkan kode referal ke orang lain.

Pemilik kode referral berhak mendapatkan 1 TKO dari setiap nasabah yang menyelesaikan registrasi dan KYC level 1 menggunakan kode yang terdaftar selama periode 23 Desember 2021 pukul 00.00 WIB hingga 5 Januari 2022 pukul 23.59 WIB. Total hadiah yang didapat sebesar 100.000 TKO.

Investor juga berkesempatan mendapatkan hadiah utama lebih dari Rp 60 juta dalam bentuk TKO untuk Top 50 pemilik referral dengan total underline tertinggi.

Sepanjang 2021, investasi aset kripto terus alami tren peningkatan. Raflein mengklai di Tokocrypto sendiri sudah ada lebih dari 2 juta pengguna terdaftar dan rutin melakukan transaksi perdagangan aset kripto.

Sementara, volume transaksi harian 2020-2021 telah lebih dari US$ 191 juta, naik dari US$ 2 juta pada periode 2019-2020. "Transaksi aset kripto mengalami lonjakan luar biasa di Indonesia, karena kenaikan jumlah investor dan transaksi yang signifikan. Hal itu membentuk sebuah pemahaman bahwa kripto sebagai salah satu aset dan komoditas itu potensial sebagai produk digital dan menciptakan sebuah ekosistem baru," kata Raflein.