Pimpinan Pondok Pesantren Tajjul Alawiyin, Bahar bin Smith kembali menuai kontroversi. Ia kembali berurusan dengan polisi setelah dilaporkan atas tuduhan ujaran kebencian.

Sejatinya Bahar bin Smith baru saja menghirup udara bebas usai keluar dari Lapas Gunung Sindur, Bogor pada 21 November 2021 silam. Ia bebas setelah menjalani hukuman tiga bulan penjara dalam kasus penganiayaan terhadap sopir taksi online.

Namun hanya dalam hitungan bulan, ia kembali berurusan dengan pihak yang berwajib.

Saat ini penyidik Polda Metro Jaya tengah mempelajari laporan mengenai ujaran kebencian yang dilayangkan kepada Bahar bin Smith dan Eggi Sudjana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan, Bahar bin Smith dan Eggi Sudjana dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan permusuhan.

"Betul ada laporan polisi terhadap Bahar bin Smith dan Eggi Sudjana," kata Zulpan. Namun, Zulpan tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai apa ujaran kebencian yang diucapkan oleh Bahar bin Smith dan Eggi Sudjana.

Zulpan menyatakan, pelapor mempunyai bukti otentik atas laporannya. "Pelapor memiliki bukti otentik terkait penyampaian orang yang mereka laporkan di media sosial dengan kalimat-kalimat yang dapat menimbulkan permusuhan, ujaran kebencian, dan SARA," ujarnya.

Menurut Zulpan, ada dua laporan polisi yang diterima Polda Metro Jaya. Laporan pertama dibuat pada 7 Desember 2021 dengan terlapor Bahar bin Smith dan Eggi Sudjana dengan nomor LP/B/6146/XII/2021 / SPKT POLDA METRO JAYA, Tanggal 7 Desember 2021.

Sedangkan laporan kedua dibuat pada 17 Desember 2021 dengan terlapor Bahar Smith dengan nomor LP/B/6354/XII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, pada 17 Desember 2021.

Dalam laporan tersebut, Bahar bin Smith dan Eggy Sudjana dituduh telah melanggar Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A UU ITE dan atau Pasal 14, 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Ujaran kebenciannya seperti apa masih didalami penyidik, jelas laporannya ada. Ini dipelajari dulu, didalami dulu, yang jelas setiap laporan akan ditindaklanjuti oleh kepolisian," pungkasnya.

Sementara, Kuasa hukum Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta belum bisa memberikan komentar banyak terkait adanya laporan polisi terhadap kliennya itu.

Sebab, menyebut dirinya baru akan berkomunikasi dengan keluarga Bahar Smith terkait laporan polisi ini.

"Ya jadi baru saja keluarganya hubungi saya dan kita mau komunikasi dulu sama Habib Bahar, mau ketemu dulu sama beliau dan nanti kalau beliau masih percaya sama kita, kita akan dampingi beliau," katanya.

Sebagai informasi, dalam beberapa waktu terakhir, video Bahar bin Smith viral di media sosial. Ada beberapa potongan video Bahar bin Smith yang viral di medsos, salah satunya terkait sindirannya kepada KSAD, Jenderal Dudung Abdurachman terkait baliho dan bencana erupsi Semeru.

Selain itu, ada juga video Bahar bin Smith yang mengancam untuk menghabisi pengkhianat Habib Rizieq Shihab. Video tersebut direkam saat Bahar ceramah di Kranji, Jakarta Timur, dalam rangka Maulib Nabi Muhammad SAW pada beberapa waktu lalu.