Bahkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani merasa sangat risih dengan praktik penagihan yang dilakukan oleh pinjol ilegal. "Terkait pinjaman online ilegal yang begitu marak, kita risih dengan cara penagihan mereka yang kasar. Bahkan, mengandung unsur pelecehan," tegas Sri Mulyani.

Pinjol ilegal juga justru menyulitkan peminjam dan bukan memberikan solusi keuangan. Hal ini akrena keberadaan pinjol ilegal membuat banyak nasabahnya rugi dengan bunga yang sangat tinggi. "Dengan suka bunga yang tinggi, Pinjaman online ilegal ini banyak merugikan masyarakat maupun nasabah," ungkap Sri Mulyani.

Bendahara Negara ini menyatakan, suburnya fenomena pinjol ilegal sendiri tak lepas dari rendahnya tingkat inklusi maupun literasi keuangan masyarakat. Sehingga, masyarakat kesulitan untuk memperoleh pinjaman melalui lembaga legal.

Untuk itu, dia menaruh harapan lebih terhadap perusahaan-perusahaan financial technology (fintech) yang kian berkembang pesat di tanah air. Yakni, dengan meningkatkan porsi pembiayaan terhadap pelaku memberikan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kerap menjadi korban pinjol illegal. "Kami ingin fintech juga memberi kesempatan lebih terkait pembiayaan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah," tandasnya.