Anggota DPR RI, Hillary Brigitta Lasut bikin heboh saat dirinya berkirim surat kepada KSAD meminta jasa pengamanan dari TNI AD untuk mengawal tugas-tugasnya. 

Menyusul permintaan legislator termuda itu, beredar surat telegram Seleksi Prajurit menjadi ajudan Anggota DPR Hillary Brigitta Lasut bernomor: ST/3274/202, tertanggal 25 November 2021.

ST yang ditandatangani Asper KASAD Mayjend Wawan ditujukan kepada Pangkostrad dan Danjen Kopassus, dan ditembuskan ke Kasad, Wakasad, Irjenad, Aspers Panglima TNI berisikan permintaan pengiriman prajurit untuk diseleksi dalam rangka penugasan sebagai ajudan pribadi anggota DPR Hillary Brigitta.

Dalam surat telegram itu tertulis, perintah meminta nama personel, tanggal lahir lengkap dan kesatuan, dengan syarat belum menikah, memiliki motivasi KMA yang tinggi, pangkat Sertu, usia 24-27 tahun, sehat jasmani rohani, cekatan, tidak menjalani proses hukuman, solutif dan cakap serta mampu bekerja sama dalam tim untuk dikirim paling lambat 1 Desember 2021 pukul 14:00 WIB melalui faximile No. 021-3801077 atau email: spaban.lx.binsahlun@gmail.com TTK

Legislator asal Sulawesi Utara itu menjelaskan, permintaan pengamanan anggota TNI untuk instansi lain diatur dalam peraturan Menteri Pertahanan nomor 85 tahun 2014 tentang tenaga profesi prajurit tentara nasional yang bertugas di luar instansi Kemhan dan TNI.

Hal tersebut tercantum dalam pasal 2. Disebutkan, prajurit TNI yang mempunyai kemampuan di bidang keahlian atau kompetensi khusus yang akan melaksanakan penugasan atau praktik di luar institusi Kemhan dan TNI berdasarkan kebutuhan dan permintaan dari instansi pemerintah, instansi non pemerintah, atau mandiri.

"Benar. Pada dasarnya tenaga BKO hal yang lumrah dan ada aturannya tepatnya di pasal 2. Dan setelah mengetahui Permen ini, saya yang sudah lama mempertimbangkan bantuan pengamanan memilih TNI karena secara fisik dan mental selalu siap untuk tarung lapangan," katanya.

Mengutip merdeka.com, Hillary tidak setuju jika personel TNI yang mengawalnya disebut sebagai ajudan. Tetapi, hanya sekadar bantuan pengamanan.

Politikus Partai NasDem itu mengungkapkan, ia memilih anggota TNI untuk mengamankan dirinya sejak 3 November. Apalagi dia mengaku cukup vokal dengan banyaknya kasus-kasus yang terjadi di Sulawesi Utara, termasuk kasus-kasus kriminal.

"Di Jakarta masih sendirian cuma sama adik adik doang, dan bapak saya kan dinas di perbatasan. Beliau juga khawatir saya cuma sendirian di rumah, perempuan," ungkapnya.

Hillary menjelaskan, pengamanan anggota TNI untuk dirinya belum ditentukan masa tugasnya, apakah sampai dirinya selesai menjabat anggota dewan.

"Kita lihat sih, sebenarnya kalau situasinya udah lebih kondusif, udah tahapan pemilu, tahapan pendaftaran udah selesai, survei udah keluar dan masa sidang sudah mau mulai masa sidang baru, itu biasanya mungkin bisa dipertimbangkan lagi," tuturnya.

"Kalau memang masih perlu pengamanan, tapi untuk dekat dekat ini khususnya mau Natal dan Tahun Baru minta pengamanan," sambungnya.

Anggota DPR termuda ini menuturkan, tak mudah menjadi perempuan yang berusia 20 tahun-an dan belum menikah bekerja di dunia politik yang dinamis dan tidak tertebak.

Menurutnya, keharusan untuk bertugas di luar, bertemu banyak orang membuat ancaman dan rasa khawatir tidak terelakkan. Terlebih, bertemu masyarakat hingga larut malam serta mengutarakan pendapat dan suara rakyat yang terkadang berbeda haluan dengan kepentingan sebagian golongan.

"Belum lagi saya tinggal sendiri di ibu kota dengan bibi dan adik-adik saya yang semua masih kecil, dan ayah saya yang bertugas di daerah perbatasan yang membuat saya mempertimbangkan sebaiknya ada pengamanan. Tidak ada yang kuat secara fisik di rumah, adik laki-laki saya baru lulus SMP," ungkapnya.

Hillary mengaku, sering berselisih paham dengan banyak pihak hanya demi mempertahankan apa yang ia anggap benar dilakukan untuk masyarakat Sulut. Namun, bila tak bisa memastikan keamanan dirinya dan keluarga, ia tidak akan bisa terus bersikap berani demi masyarakat ditengah banyaknya ancaman.

"Ayah saya juga merasa jauh lebih tenang kalau saya meminta bantuan pengamanan, setidaknya sampai saya menikah," tutupnya.