Lembaga Survei dan Analisa Kebijakan Publik (Lanskap) tak hanya mengukur elektabilitas perorangan calon presiden, tapi juga pasangan capres dan cawapres 2024. Untuk mengukurnya, Lanskap melakukan simulasi pasangan antartokoh yang ada.

Direktur Eksekutif Lanskap Mochammad Thoha Selasa kemarin menyampaikan, hasil simulasi tersebut menunjukkan tingkat keterpilihan yang tinggi Prabowo Subianto.

Dipasangkan dengan siapapun, Ketua Umum Partai Gerindra itu punya tingkat keterpilihan yang tinggi. Siapapun cawapresnya, Prabowo adalah capresnya.

"Pasangan Prabowo-Puan yang tertinggi (67,7%) dibandingkan Prabowo-Anies (63,6%), Prabowo-Ganjar (62,0%), dan Prabowo-Sandi (58,7%)," papar Thoha dalam keterangannya.

Namun jika di balik, Prabowo sebagai cawapres, persentase keterpilihannya jauh menurun. Meski begitu, masih tetap menjadi pilihan utama dalam semua simulasi. "Hanya ada sebagian kecil publik memilih Prabowo di posisi cawapres," ujarnya.

Sementara pasangan capres-cawapres lain yang juga turut disimulasikan adalah Anies-Ganjar (48,5%), Anies-Sandi (46,2%), Anies-Puan (40,1%), Anies-Airlangga (38,9%). Adapun Ganjar-Anies (47,1%), Ganjar-Sandi (46,7%), Ganjar-Airlangga (41,1%), Ganjar-Puan (39,4%).

"Kombinasi lainnya untuk sementara masih belum melewati perolehan elektabilitas bila Prabowo menjadi capresnya," kata Thoha.

Untuk diketahui, Lanskap melaksanakan survei lapangan pada periode 11-25 November 2021 dengan teknik pencuplikan sampel menggunakan multistage random sampling yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Sampel yang diambil adalah penduduk yang berusia min 17 tahun ke atas dan atau yang sudah pernah menikah sebanyak 1.420 responden dengan margin of Error ± 2,6% dan tingkat kepercayaan 95%. Pengumpulan data tersebut dilakukan melalui wawancara langsung.