Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan potensi sektor migas sangat besar. Namun ternyata produksi minyak di Indonesia belum bisa menutup kebutuhan minyak setiap harinya.

"Indonesia memiliki kebutuhan harian minyak 1,4 juta barel. Sedangkan Indonesia hanya bisa memproduksi 700 ribu barel per hari. Artinya kita hanya bisa memenuhi setengah dari kebutuhan dalam negeri," kata Luhut saat International Convention On Indonesian Upstream Oil & Gas, Senin (29/11).

Untuk itu, Menko Luhut mengharapkan produksi dari ladang minyak bisa terus dimaksimalkan. Ia merasa masih banyak daerah di Indonesia yang punya potensi cadangan migas.

Menurut dia, tempat atau ladang produksi migas yang saat ini ditemukan masih sebagian saja. Ia mengatakan masih ada peluang ditemukan lapangan migas baru.

Di tengah kondisi tersebut, Luhut memastikan pemerintah terus mendukung peningkatan produksi di lapangan salah satunya dengan cara Enhanced Oil Recovery (EOR). Langkah itu dirasa bisa memperpanjang umur produktivitas khususnya di ladang yang lama.

"EOR juga dapat dikombinasikan dengan teknologi carbon capture, utilisation and storage. Ini dapat mengurangi emisi Co2 dan meningkatkan pemulihan minyak di ladang minyak yang habis," tutur Menko Luhut.