Dalam hal ini, Pemerintah Aceh diminta untuk terus berupaya agar investasi tersebut segera terealisasi. “Kalau peluang untuk dilanjutkan masih besar, artinya penundaan ini lazim dalam komitmen investasi,” kata Nasir di Banda Aceh, Kamis (25/11/2021).

Diketahui, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) investasi di Pulau Banyak Aceh Singkil, antara Ceo Murban Energy Mohamed Thani dengan Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang dijadwalkan 2 November 2021 di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE), ditunda sementara waktu.

Menurut Nasir, penundaan itu sesuatu hal yang biasa dalam rencana investasi. Apalagi kondisi ekonomi global juga sedang tidak berjalan stabil akibat pandemi COVID-19, tentu investor memiliki skala prioritas dalam menjalankan investasi.

Tidak hanya secara global, kata dia, perkembangan investasi dalam negeri juga tidak berjalan baik. Ia mencontohkan rencana pembangunan mal di Banda Aceh yang juga dihentikan sementara waktu, berkaitan dengan pembiayaan dari investor. “Jadi saya melihat penundaan ini lebih ke masalah teknis. Kalau soal keamanan saya lihat secara umum di Aceh tidak ada masalah, penundaan itu lebih kepada aspek bisnisnya, maka saya kira peluang ini masih ada,” katanya.

Menurut Nasir, Aceh Singkil memiliki potensi sumber daya alam yang sangat menarik terhadap investasi di sektor pariwisata. Pada dasarnya, kata dia, daerah yang sudah pernah dilirik investor maka akan sangat mudah untuk dipromosikan ke investor lain, karena sudah masuk dalam daftar target tujuan investasi. “Saya lihat ini sudah masuk daftar mereka, maka akan lebih muda untuk dilanjutkan. Mungkin saran saya lebih intesif lobi dengan mereka, saya kira ini upaya yang harus dilakukan pemerintah,” katanya.

Nasir berharap rencana investasi UEA di Pulau Banyak tersebut dapat segera terealisasi karena akan menambah kesempatan kerja di Aceh, sekaligus membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah Tanah Rencong itu. "Investasi ini diharapkan bisa menambah kesempatan kerja di Aceh, dengan tujuan akhir dapat berkontribusi pada pengurangan kemiskinan, di mana kemiskinan di Aceh selama ini relatif tinggi di Sumatera," kata Nasir.