Founder Amazon, Jeff Bezos memberikan hadiah USD100 juta atau setara dengan Rp1,4 triliun kepada Obama Foundation. Dana tersebut akan membiayai berbagai program kepemimpinan global yayasan dan aula pusat kepresidenan Chicago yang mewah yang dinamai sesuai nama pemimpin hak-hak sipil.

Yayasan yang dipimpin mantan Presiden Amerika Serikat (AS),  Barack Obama dan istrinya Michelle mengatakan, Senin (22/11/2021), hadiah Bezos adalah kontribusi individu terbesar yang mereka terima hingga saat ini.

“Dana itu untuk membantu memperluas cakupan program yang menjangkau para pemimpin baru di Amerika Serikat dan di seluruh dunia,” papar pernyataan Obama Foundation.

Satu-satunya ikatan adalah alun-alun di gedung Obama Presidential Center, yang saat ini sedang dibangun di Chicago, dinamai mendiang Anggota Kongres John Lewis, aktivis hak-hak sipil tahun 1960-an.

“Para pejuang kemerdekaan pantas mendapatkan tempat khusus di jajaran pahlawan, dan saya tidak bisa memikirkan orang yang lebih pantas untuk dihormati dengan hadiah ini daripada John Lewis, seorang pemimpin Amerika yang hebat dan seorang pria dengan kesopanan dan keberanian yang luar biasa,” ungkap Bezos.

“Saya senang mendukung Presiden dan Ibu Obama serta Yayasan mereka dalam misinya melatih dan menginspirasi para pemimpin masa depan,” tambahnya.

Dalam penamaan alun-alun dengan nama Lewis, yayasan ingin "mengubah paradigma" tentang penamaan tempat-tempat umum, yang secara tradisional dinamai menurut nama para donor itu sendiri.

“Di Obama Presidential Center, bagaimanapun, para donor akan memiliki pilihan untuk menghormati dan mengangkat nama-nama mereka yang telah berjuang untuk dunia yang lebih adil dan setara," ungkap CEO Obama Foundation Valerie Jarrett.

“Selain itu, hadiah tak terbatas yang murah hati dari Bezos akan mendanai kegiatan Obama Foundation lainnya, dari Program Pemimpin Global hingga Aliansi Peluang Anak Perempuan dan Penjaga Saudara Saya, serta Dana Kampung Halaman yang dimaksudkan untuk diinvestasikan di South Side Chicago,” tutur Jarrett.

Konstruksi di Obama Presidential Center yang tidak akan menampilkan perpustakaan kepresidenan tradisional, dimulai pada Agustus.

Kompleks 19-acre ini diperkirakan memakan waktu empat tahun untuk dibangun, dengan biaya sekitar USD830 juta.